Prabowo Subianto Tekankan Adab Politik Kader Gerindra: Jauhi Serangan dan Kesombongan

Danu Ilham

JAKARTA – Ketua Umum Partai Gerakan Indonesia Raya (Gerindra), Prabowo Subianto, memberikan instruksi tegas kepada seluruh kader partai untuk menjauhi praktik politik menyerang, mengejek, serta menjaga sikap rendah hati. Arahan ini disampaikan Prabowo dalam rangkaian konsolidasi partai yang digelar serentak di beberapa wilayah pada Minggu, 25 Juni lalu, termasuk di Bogor, Jakarta Utara, dan Bekasi.

Dalam pidatonya yang disiarkan secara langsung saat konsolidasi di Gelanggang Remaja Jakarta Utara, Prabowo Subianto menekankan pentingnya perjuangan politik yang santun dan beretika. "Kita harus berjuang dengan baik, berjuang tidak menyerang orang lain, mengejek," tegas Prabowo, menggarisbawahi bahwa cara berkompetisi politik harus tetap menjunjung tinggi nilai-nilai moral dan tidak merendahkan lawan. Pesan ini menjadi penegasan komitmen Gerindra untuk mewujudkan politik yang lebih konstruktif dan matang di tengah dinamika perpolitikan nasional.

Lebih lanjut, Prabowo mengingatkan seluruh kader Partai Gerindra agar senantiasa menjaga sikap tidak sombong. Ia berpendapat bahwa kesombongan merupakan sifat yang tidak pantas dimiliki oleh partai yang memiliki keyakinan kuat dan memegang harapan besar dari rakyat. Pernyataan ini menyiratkan bahwa Gerindra harus senantiasa merefleksikan amanah rakyat dan tidak terlena oleh pencapaian atau posisi yang mungkin diraih.

Prabowo Subianto menggunakan filosofi ilmu padi untuk menggambarkan pentingnya kerendahan hati bagi para kadernya. "Kita harus semakin menunduk, semakin berisi, semakin menunduk itu adalah ilmu padi," ucapnya. Filosofi ini mengajarkan bahwa semakin seseorang memiliki pengetahuan atau kapasitas, semakin ia harus bersikap rendah hati dan tidak angkuh. Dalam konteks politik, hal ini berarti semakin Gerindra memiliki kekuatan atau dukungan, semakin ia harus bersikap bijaksana dan melayani, bukan mendominasi atau meremehkan pihak lain.

Instruksi ini datang di tengah gelombang persiapan partai-partai politik menjelang kontestasi Pemilihan Umum 2024. Prabowo, yang juga menjabat sebagai Menteri Pertahanan, kerap menjadi sorotan dalam peta perpolitikan nasional. Sikap politik yang ia anut, termasuk penekanan pada etika dan adab, diharapkan dapat menjadi contoh bagi partai-partai lain dalam membangun iklim politik yang lebih sehat dan beradab.

Politik serangan dan saling ejek kerap mewarnai dinamika politik di Indonesia, yang terkadang berujung pada polarisasi masyarakat dan menurunnya kepercayaan publik terhadap institusi politik. Oleh karena itu, imbauan Prabowo untuk menghindari praktik tersebut menjadi relevan dalam upaya memperbaiki kualitas demokrasi.

Menteri Pertahanan ini secara konsisten menekankan pentingnya persatuan dan kebersamaan dalam menghadapi tantangan bangsa. Ia seringkali mengajak seluruh elemen masyarakat, termasuk para politisi dari berbagai latar belakang, untuk bersatu padu demi kemajuan Indonesia. Pernyataan terbarunya ini semakin memperkuat citra Gerindra sebagai partai yang mengedepankan nilai-nilai kesantunan dan profesionalisme dalam berpolitik.

Konsolidasi partai yang dihadiri oleh ribuan kader di berbagai wilayah ini menjadi momentum penting bagi Prabowo untuk menyelaraskan visi dan misi partai, serta memberikan arahan strategis kepada para pengurus dan anggota di tingkat akar rumput. Dengan memperkuat kesadaran akan pentingnya menjaga nama baik partai melalui sikap yang santun dan tidak arogan, Gerindra berupaya memposisikan diri sebagai partai yang dipercaya dan dicintai oleh seluruh lapisan masyarakat.

Menjaga kesantunan dalam berpolitik bukan hanya tanggung jawab partai politik, tetapi juga menjadi harapan dari masyarakat luas. Budaya politik yang mengedepankan dialog, saling menghormati, dan fokus pada solusi permasalahan bangsa akan jauh lebih konstruktif daripada perang narasi yang hanya memperuncing perbedaan. Arahan Prabowo ini bisa menjadi salah satu langkah awal dalam mewujudkan cita-cita tersebut.

Dampak dari instruksi ini diharapkan dapat dirasakan tidak hanya di internal Gerindra, tetapi juga memberikan pengaruh positif terhadap iklim politik secara keseluruhan. Dengan mencontohkan perilaku politik yang lebih matang dan bertanggung jawab, Partai Gerindra berpotensi meningkatkan kepercayaan publik dan memperkuat posisinya sebagai salah satu kekuatan politik yang penting di Indonesia.

Seiring dengan berjalannya waktu, bagaimana para kader Gerindra mengimplementasikan instruksi dari ketua umum mereka akan menjadi tolok ukur keberhasilan pesan ini. Komitmen untuk berjuang tanpa menyerang dan menjaga kerendahan hati akan menjadi ujian sesungguhnya bagi partai berlambang kepala banteng ini dalam menavigasi kontestasi politik di masa depan.

Baca Juga

Tags

Menjadi Sorotan

View All