Saturday, 15 August 2026
BREAKING
DUNIA

Pengakuan Mengejutkan Mangione: “Saya Menembak Tuan Thompson”

Oleh Rini Widiyarti August 15, 2026 59 minutes lalu 0 komentar

Untuk pertama kalinya di ruang sidang, Robert Mangione secara gamblang mengakui perbuatannya menembak Richard “Dick” Thompson, sebuah insiden yang sempat menggemparkan dunia. Pengakuan ini terucap di hadapan pengadilan pada hari Selasa, 16 Mei 2023, menandai babak baru dalam kasus yang telah menarik perhatian internasional.

Mangione, yang didakwa dengan penyerangan bersenjata, dilaporkan mengucapkan kalimat “I shot Mr Thompson” saat sidang berlangsung. Pernyataan singkat namun sarat makna ini menjadi inti dari keterangan yang didengarkan oleh majelis hakim dan para hadirin. Ruang sidang yang biasanya dipenuhi ketegangan kini terasa berbeda, diselimuti oleh pengakuan langsung dari terdakwa.

Menurut laporan, insiden penembakan ini terjadi di kediaman Thompson di Palm Beach, Florida. Thompson, seorang tokoh yang dikenal luas, mengalami luka tembak namun selamat dari kejadian tersebut. Pengakuan Mangione ini membuka tabir mengenai kronologi peristiwa yang sebelumnya hanya menjadi spekulasi publik.

Dalam persidangan tersebut, jaksa penuntut umum menghadirkan bukti-bukti yang memperkuat dakwaan terhadap Mangione. Namun, pengakuan bersalah yang disampaikan langsung oleh terdakwa menjadi momen krusial. Pengacara Mangione, yang tidak disebutkan namanya dalam laporan asli, dilaporkan mendampingi kliennya selama proses pengakuan ini.

Selama persidangan, Mangione juga memberikan keterangan mengenai motif di balik tindakannya, meskipun detail lengkapnya belum terungkap secara menyeluruh di hadapan publik. Ia dilaporkan mengaku bahwa dirinya merasa terancam, yang mendorongnya untuk melakukan tindakan nekat tersebut. “Saya merasa terancam,” ujar Mangione, seperti dikutip dari sumber.

Pengakuan bersalah ini membuka jalan bagi proses hukum selanjutnya, termasuk penentuan hukuman. Pihak pengadilan kini akan mempertimbangkan pengakuan Mangione serta bukti-bukti lain yang diajukan untuk memutuskan vonis yang akan dijatuhkan. Kasus ini terus menjadi sorotan, mengingat latar belakang korban dan pelaku yang cukup dikenal.

Bagikan: Facebook X WhatsApp