Friday, 31 July 2026
BREAKING
KESEHATAN

Polusi Batu Bara Tingkatkan Risiko Alzheimer Hingga 72,9%

Oleh Rini Widiyarti July 31, 2026 1 hour lalu 0 komentar

Penelitian terbaru mengungkap kaitan erat antara polusi dari pembangkit listrik tenaga uap (PLTU) batu bara dengan peningkatan risiko penyakit Alzheimer. Individu yang tinggal dalam radius 50 kilometer dari PLTU batu bara dilaporkan memiliki kemungkinan 72,9% lebih tinggi untuk mengembangkan patologi penyakit Alzheimer dibandingkan dengan mereka yang tinggal lebih jauh.

Temuan ini dipresentasikan dalam acara Alzheimerโ€™s Association International Conference, menyoroti dampak lingkungan terhadap kesehatan kognitif. Eleanna Melcher, seorang kandidat MD/PhD dari University of Wisconsin-Madison, menjelaskan bahwa faktor lingkungan, yang dikenal sebagai ‘exposome’, tidak bekerja secara terpisah.

“Exposome tidak bekerja sendirian, melainkan bekerja bersama dengan genom kita,” ujar Melcher saat presentasinya. “Pengaruh genetik kita ditambah dengan pengaruh lingkungan membentuk dasar kesehatan kita.” Ia menekankan bahwa kombinasi antara predisposisi genetik dan paparan lingkungan memainkan peran krusial dalam menentukan kondisi kesehatan seseorang, termasuk kerentanan terhadap penyakit neurodegeneratif seperti Alzheimer.

Lebih lanjut, Melcher menguraikan bahwa exposome mencakup berbagai elemen lingkungan yang dapat memengaruhi kesehatan. Dalam konteks PLTU batu bara, emisi yang dihasilkan, termasuk partikulat halus dan logam berat, diyakini dapat berkontribusi pada peradangan dan stres oksidatif di otak. Kondisi ini merupakan faktor risiko yang diketahui dalam perkembangan penyakit Alzheimer. Jarak 50 kilometer dipilih sebagai batas studi karena pada jarak tersebut, konsentrasi polutan dari sumber tunggal seperti PLTU masih signifikan.

Studi ini memberikan bukti kuantitatif yang mengkhawatirkan mengenai dampak kesehatan dari industri batu bara, khususnya terhadap populasi yang tinggal di dekat fasilitas produksi energi tersebut. Implikasi dari temuan ini mendorong perlunya evaluasi ulang kebijakan terkait energi dan kesehatan masyarakat, serta upaya mitigasi polusi udara untuk melindungi kesehatan publik dari ancaman penyakit Alzheimer yang semakin meningkat.

Bagikan: Facebook X WhatsApp