Pontianak – Kualitas udara yang memburuk akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kalimantan Barat berdampak langsung pada kesehatan warga. Rumah Sakit (RS) Bhayangkara Anton Soedjarwo Pontianak melaporkan adanya lonjakan kasus pneumonia hingga 20 persen dalam beberapa waktu terakhir.
Peningkatan signifikan ini dikonfirmasi oleh Kepala RS Bhayangkara Anton Soedjarwo Pontianak, Kombes Pol dr. Didi Dhanarsito. Ia menyatakan bahwa rata-rata pasien yang datang dengan keluhan pernapasan meningkat drastis, dan sebagian besar terdiagnosis menderita pneumonia.
“Kami mencatat ada peningkatan kasus pneumonia sekitar 20 persen dibandingkan periode sebelumnya,” ungkap Kombes Pol dr. Didi Dhanarsito dalam keterangan resminya. Ia menambahkan bahwa mayoritas pasien yang terjangkit pneumonia adalah anak-anak dan lansia, kelompok yang paling rentan terhadap dampak buruk polusi udara.
Kondisi ini sangat erat kaitannya dengan kabut asap pekat yang menyelimuti Kota Pontianak dan sekitarnya akibat maraknya kasus karhutla. Asap yang mengandung berbagai zat berbahaya dapat mengiritasi saluran pernapasan dan memicu peradangan paru-paru, yang dikenal sebagai pneumonia.
Dokter spesialis paru yang bertugas di RS Bhayangkara Anton Soedjarwo Pontianak juga mengamati tren serupa. Mereka mengimbau masyarakat untuk lebih waspada dan melakukan tindakan pencegahan. “Partikel halus dalam asap karhutla dapat masuk jauh ke dalam paru-paru, menyebabkan infeksi dan peradangan,” ujar salah seorang dokter yang enggan disebutkan namanya.
Pihak rumah sakit mengimbau masyarakat, terutama kelompok rentan seperti anak-anak, ibu hamil, dan lansia, untuk membatasi aktivitas di luar ruangan selama kualitas udara masih buruk. Penggunaan masker saat terpaksa keluar rumah sangat disarankan untuk mengurangi paparan asap.
Selain itu, menjaga kebersihan di dalam rumah dan memastikan sirkulasi udara tetap terjaga namun tetap aman dari masuknya asap juga menjadi langkah penting. Ketersediaan pasokan air bersih dan nutrisi yang baik bagi tubuh dapat membantu meningkatkan daya tahan terhadap penyakit.
RS Bhayangkara Anton Soedjarwo Pontianak terus berupaya memberikan pelayanan terbaik bagi pasien yang membutuhkan penanganan medis akibat dampak karhutla. Pihak rumah sakit juga terus memantau perkembangan kondisi kesehatan masyarakat di tengah situasi darurat asap ini.
