Dua kali guncangan gempa bumi kuat mengguncang Peru pada malam hari, merenggut ratusan nyawa dan menyebabkan kehancuran meluas. Kejadian ini sontak menimbulkan kepanikan di kalangan masyarakat.
Gempa pertama dengan magnitudo 6,4 SR terjadi pada pukul 21:18 waktu setempat, berpusat di lepas pantai Peru, sekitar 40 kilometer barat daya kota Atico. Getarannya terasa hingga ke wilayah Arequipa dan Moquegua. Kurang dari 24 jam kemudian, tepatnya pada pukul 04:55 waktu setempat, gempa susulan dengan magnitudo 5,1 SR kembali mengguncang, menambah duka dan keprihatinan.
Pusat Nasional Pencegahan Bencana (CENAPRED) melaporkan bahwa gempa pertama ini telah menyebabkan sedikitnya 232 orang meninggal dunia. Ribuan rumah dilaporkan rusak, beberapa di antaranya hancur total. Infrastruktur vital seperti jalan dan jembatan juga mengalami kerusakan signifikan, mempersulit upaya penyelamatan dan bantuan.
Petugas penyelamat gabungan dari berbagai instansi terus bekerja tanpa henti untuk mencari korban yang selamat di antara puing-puing bangunan yang roboh. Tim SAR gabungan ini terdiri dari personel Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) dan TNI. Keadaan darurat telah ditetapkan di sejumlah wilayah terdampak untuk mempercepat mobilisasi sumber daya dan bantuan.
Kepala BNPB, Letjen TNI Doni Monardo, menyatakan, “Kami terus berupaya semaksimal mungkin untuk melakukan penyelamatan dan evakuasi. Bantuan dari berbagai pihak terus dikerahkan ke lokasi bencana.” Ia menambahkan bahwa fokus utama saat ini adalah menyelamatkan korban, memberikan pertolongan medis, serta mendistribusikan bantuan logistik seperti makanan, air bersih, dan tenda pengungsian.
Pemerintah Peru sendiri telah mengumumkan keadaan darurat di beberapa wilayah yang paling parah dilanda bencana. Presiden Peru, Martin Vizcarra, dalam sebuah pernyataan pers, mengungkapkan kesedihannya atas tragedi ini dan berjanji untuk memberikan dukungan penuh kepada para korban. “Kami akan memastikan bahwa semua korban mendapatkan bantuan yang mereka butuhkan. Negara akan hadir untuk meringankan beban saudara-saudari kita yang terkena musibah,” ujar Vizcarra.
Gempa bumi ini menjadi pengingat akan kerentanan wilayah Peru yang terletak di Cincin Api Pasifik, zona aktivitas seismik dan vulkanik yang sangat aktif. Intensitas dan dampak gempa kali ini menunjukkan perlunya kesiapsiagaan yang lebih baik dan infrastruktur yang lebih tahan terhadap gempa di masa mendatang.
