Friday, 28 August 2026
BREAKING
KESEHATAN

Perdebatan Nama Sindrom Ovarium Polikistik: “Polyendocrine Metabolic Ovarian Syndrome” Lebih Akurat Tapi Belum Sempurna

Oleh Rini Widiyarti August 28, 2026 53 minutes lalu 0 komentar

Para ahli medis tengah memperdebatkan usulan perubahan nama untuk sindrom ovarium polikistik (PCOS) menjadi “polyendocrine metabolic ovarian syndrome” (PMOS). Nama baru ini dinilai lebih baik dalam mencerminkan aspek hormonal dan metabolik dari kondisi yang kompleks tersebut. Namun, sebagian kalangan berpendapat bahwa PMOS pun masih belum sepenuhnya menggambarkan keseluruhan sindrom.

Anuja Dokras, MD, MHCI, PhD, seorang direktur di Penn Polyendocrine Metabolic Syndrome Center dan Founder’s Professor of Women’s Health di University of Pennsylvania, merupakan salah satu penulis senior dari makalah yang mengumumkan perubahan nama ini dalam jurnal The Lancet. Ia menjelaskan kepada Healio bahwa penamaan PCOS sebelumnya “bermasalah”.

Dokras memaparkan bahwa nama PCOS yang sudah umum digunakan sejak lama tidak sepenuhnya akurat. “PCOS, nama yang sudah ada sejak lama, sebenarnya tidak mencakup semua aspek dari kondisi ini,” ujar Dokras. Ia menambahkan bahwa penekanan pada “polikistik” dalam nama lama mengabaikan gejala lain yang juga signifikan dan sering dialami oleh pasien.

Menurut Dokras, perubahan menjadi PMOS bertujuan untuk lebih menyoroti keterlibatan sistem endokrin dan metabolisme. “Kami merasa penting untuk menggunakan nama yang lebih mencerminkan spektrum penuh dari sindrom ini, termasuk masalah hormonal dan metabolik yang mendasarinya,” jelasnya. Hal ini diharapkan dapat meningkatkan pemahaman dan penanganan kondisi yang memengaruhi banyak wanita ini.

Namun, perdebatan belum usai. Beberapa ahli berpendapat bahwa meskipun PMOS lebih deskriptif, nama tersebut masih belum cukup komprehensif. Kompleksitas sindrom ini, yang dapat bervariasi antarindividu, menimbulkan tantangan tersendiri dalam menemukan satu nama yang dapat mencakup semua manifestasi.

Bagikan: Facebook X WhatsApp