Friday, 28 August 2026
BREAKING
DUNIA

Perampasan Lahan dan Kekerasan: Sepekan Teror Pemukim Israel di Tepi Barat

Oleh Rini Widiyarti August 28, 2026 1 hour lalu 0 komentar

Dalam rentang waktu satu minggu terakhir, kekerasan yang dilakukan oleh pemukim Israel terhadap warga Palestina di Tepi Barat yang diduduki telah terekam secara rinci oleh BBC. Laporan ini menyoroti serangkaian serangan yang meresahkan, menambah daftar panjang pelanggaran hak asasi manusia di wilayah tersebut.

Serangan-serangan ini tidak hanya bersifat sporadis, melainkan menunjukkan pola yang mengkhawatirkan. Mulai dari perampasan lahan hingga intimidasi fisik, warga Palestina terus menjadi sasaran empuk kekerasan yang berdalih perluasan pemukiman ilegal.

Jurnalis BBC, Lucy Williamson, melaporkan langsung dari lapangan, mendokumentasikan berbagai insiden yang terjadi. Salah satu kasus yang disorot adalah ketika sekelompok pemukim Israel menyerbu desa Duma di Nablus pada 12 April 2023. Mereka dilaporkan merusak properti warga Palestina dan menyita sejumlah ternak.

Lebih lanjut, pada 14 April 2023, serangan serupa terjadi di dekat kota Hebron. Pemukim Israel dilaporkan melempari rumah-rumah warga Palestina dengan batu, menyebabkan kepanikan dan kerusakan pada beberapa bangunan. Tindakan ini seringkali dibiarkan tanpa penindakan yang memadai oleh pihak berwenang Israel.

Williamson juga mencatat adanya intimidasi yang dilakukan oleh pemukim terhadap petani Palestina yang sedang menggarap lahan mereka. Pada 16 April 2023, di wilayah Jenin, beberapa petani dilaporkan diancam dan diusir dari lahan pertanian mereka oleh sekelompok pemukim yang membawa senjata.

Dalam salah satu kutipan yang berhasil dihimpun, seorang warga Palestina yang enggan disebutkan namanya mengungkapkan keputusasaan. “Kami tidak tahu lagi harus mengadu ke mana. Setiap hari ada saja ancaman baru. Kami hanya ingin hidup damai di tanah kami sendiri,” ujarnya lirih.

Laporan BBC ini menegaskan kembali bahwa kekerasan pemukim Israel bukanlah fenomena baru, namun intensitas dan frekuensinya yang terus meningkat menjadi perhatian serius. Data yang terkumpul selama sepekan ini menjadi bukti nyata betapa rentannya warga Palestina di bawah pendudukan.

Bagikan: Facebook X WhatsApp