Angka imunisasi anak di Inggris dilaporkan mengalami penurunan. Menanggapi tren mengkhawatirkan ini, sebuah klinik di West Yorkshire mengambil langkah proaktif dan agresif untuk meningkatkan cakupan vaksinasi.
Penurunan ini terjadi di tengah berbagai faktor, namun riset terbaru menunjukkan bahwa media sosial bukanlah penyebab utamanya. Klinik di West Yorkshire tersebut, yang berlokasi di tengah masyarakat yang menghadapi tantangan penurunan cakupan imunisasi, bertekad untuk membalikkan keadaan.
Salah satu upaya signifikan yang dilakukan adalah dengan menjadwalkan ulang janji temu imunisasi yang terlewat. Dr. Helen Smith, seorang dokter anak yang bekerja di klinik tersebut, menjelaskan strategi mereka. “Kami proaktif menjangkau orang tua yang melewatkan janji temu sebelumnya dan menjadwalkan ulang untuk mereka,” ujar Dr. Smith. Pendekatan ini bukan hanya sekadar menindaklanjuti, tetapi juga memberikan dukungan tambahan kepada keluarga agar anak-anak mereka tetap terlindungi.
Selain penjadwalan ulang, klinik ini juga mengidentifikasi area-area dengan tingkat vaksinasi terendah. Berdasarkan data yang dikumpulkan, tim klinik melakukan kunjungan rumah ke keluarga di wilayah-wilayah tersebut. “Kami telah mengidentifikasi area-area yang memiliki tingkat imunisasi terendah dan tim kami melakukan kunjungan rumah untuk menawarkan dukungan dan informasi,” tambah Dr. Smith. Upaya ini menunjukkan komitmen klinik untuk menjangkau semua anak, terlepas dari lokasi geografis atau hambatan lainnya.
Perlu dicatat bahwa tren penurunan imunisasi ini bukanlah fenomena baru. Data dari NHS Digital menunjukkan bahwa pada periode April 2022 hingga Maret 2023, cakupan vaksinasi anak usia dua tahun di Inggris mencapai angka terendah dalam satu dekade. Misalnya, vaksinasi DTP (difteri, tetanus, dan pertusis) pada usia dua tahun hanya mencapai 86,6%, jauh di bawah target 95% yang direkomendasikan oleh Organisasi Kesehatan Dunia (WHO).
Lebih lanjut, cakupan vaksinasi MMR (campak, gondongan, dan rubella) dosis pertama pada anak usia lima tahun juga mengalami penurunan. Angka ini tercatat sebesar 84,5% pada periode yang sama, atau setara dengan anak-anak yang lahir pada September 2017. Penurunan ini menjadi perhatian serius karena penyakit-penyakit yang dicegah oleh vaksin ini dapat menimbulkan komplikasi serius.
Di tengah tantangan ini, inisiatif dari klinik di West Yorkshire menjadi contoh bagaimana layanan kesehatan dapat beradaptasi dan berinovasi untuk memastikan anak-anak mendapatkan perlindungan yang mereka butuhkan. Dengan pendekatan yang lebih personal dan proaktif, klinik ini berharap dapat berkontribusi pada pemulihan angka imunisasi di wilayahnya dan menjadi inspirasi bagi layanan kesehatan lainnya di Inggris.
