Pemimpin Tertinggi Iran, Ayatollah Mojtaba Khamenei, menyerukan negara-negara di kawasan Teluk Persia untuk merajut persatuan dan melawan apa yang ia sebut sebagai ‘musuh sebenarnya’. Ajakan ini disampaikan melalui pesan tertulis yang dibacakan dalam acara Pekan Persatuan Islam.
Dalam pidatonya yang disampaikan pada hari Selasa, 6 Februari 2024, Khamenei menekankan pentingnya solidaritas di antara negara-negara Muslim, khususnya di wilayah Teluk, untuk menghadapi ancaman eksternal. Ia menganggap bahwa perselisihan internal hanya akan menguntungkan pihak luar yang ingin melihat umat Islam terpecah belah.
Khamenei secara spesifik menyoroti perlunya negara-negara Teluk untuk menyadari siapa musuh bersama mereka yang sesungguhnya. Meskipun tidak menyebut nama secara langsung, retorika ini seringkali ditujukan kepada kekuatan-kekuatan global yang dianggap memiliki kepentingan untuk mendikte kebijakan di kawasan tersebut. Ia berargumen bahwa kekuatan kolektif akan menjadi benteng pertahanan yang lebih kokoh dibandingkan dengan kekuatan individual.
Pekan Persatuan Islam sendiri merupakan forum tahunan yang diselenggarakan untuk mempererat tali persaudaraan antarumat Muslim di seluruh dunia, dengan fokus pada dialog dan pemahaman bersama. Acara ini biasanya dihadiri oleh para tokoh agama, cendekiawan, dan perwakilan dari berbagai negara.
Lebih lanjut, Khamenei menggarisbawahi bahwa persatuan tidak hanya sebatas retorika, melainkan harus diwujudkan dalam tindakan nyata. Ia berharap agar pesan yang disampaikannya dapat menjadi momentum untuk evaluasi diri dan penguatan kerja sama di antara negara-negara Teluk. Tujuannya adalah untuk menciptakan kawasan yang stabil, aman, dan mandiri dari intervensi asing.
Seruan Khamenei ini kembali menegaskan posisi Iran dalam upaya membangun kohesi regional, terutama dalam menghadapi dinamika geopolitik yang kompleks di Timur Tengah. Ia percaya bahwa dengan bersatu, negara-negara Teluk dapat lebih efektif dalam melindungi kedaulatan dan kepentingan mereka sendiri.
