Friday, 28 August 2026
BREAKING
KESEHATAN

Pedoman Stroke 2026 Tekankan Rehabilitasi Dini dan Multidisiplin

Oleh Rini Widiyarti August 28, 2026 1 hour lalu 0 komentar

Pedoman terbaru untuk rehabilitasi dan pemulihan stroke pada orang dewasa yang dirilis pada tahun 2026 merekomendasikan agar intervensi dimulai segera setelah pasien stabil. Pedoman ini menekankan pentingnya pendekatan yang dipersonalisasi, mencakup aspek fisik, kognitif, dan kesehatan mental pasien.

Lorie Gage Richards, PhD, FAHA, ketua kelompok penulis pedoman sukarela, menjelaskan kepada Healio bahwa pembaruan ini sangat penting mengingat perkembangan pesat dalam penelitian rehabilitasi dan kedokteran selama satu dekade terakhir. “Sudah 10 tahun sejak pedoman terakhir diterbitkan. Ada banyak penelitian dalam rehabilitasi dan kedokteran sejak saat itu,” ujar Richards.

Menurut Richards, yang juga seorang profesor di University of North Carolina, pembaruan pedoman secara berkala sangat krusial. “Penting untuk memperbarui pedoman secara teratur agar mencerminkan bukti terbaru untuk praktik klinis,” tegasnya. Pedoman 2026 ini disusun oleh tim ahli yang terdiri dari 34 anggota dari berbagai disiplin ilmu, termasuk neurologi, kedokteran fisik dan rehabilitasi, kardiologi, dan psikologi. Tim ini meninjau lebih dari 1.000 studi penelitian yang diterbitkan antara tahun 2014 hingga 2023.

Salah satu poin utama yang ditekankan dalam pedoman baru ini adalah pentingnya rehabilitasi yang dimulai sedini mungkin. Ini bertujuan untuk memaksimalkan pemulihan fungsi dan meminimalkan risiko komplikasi jangka panjang. Pendekatan multidisiplin juga menjadi fokus utama, yang berarti tim perawatan harus melibatkan berbagai spesialis untuk menangani kebutuhan pasien secara komprehensif. Ini termasuk ahli terapi fisik, ahli terapi okupasi, ahli patologi wicara dan bahasa, psikolog, dan pekerja sosial, selain dokter spesialis.

Pedoman ini juga menyoroti perlunya penilaian yang cermat terhadap status fungsional, kognitif, dan emosional pasien pasca-stroke. Berdasarkan penilaian ini, rencana rehabilitasi yang spesifik dan disesuaikan dengan kebutuhan individu pasien akan dirancang. Hal ini mencakup penentuan tujuan rehabilitasi yang realistis dan terukur, serta strategi untuk mencapai tujuan tersebut. Selain itu, pedoman ini juga memberikan panduan mengenai penggunaan teknologi dalam rehabilitasi, seperti terapi virtual reality dan perangkat robotik, yang terbukti efektif dalam meningkatkan hasil pemulihan.

Dengan adanya pedoman baru ini, diharapkan praktik klinis dalam rehabilitasi stroke di Indonesia dapat terus berkembang dan memberikan pelayanan yang lebih optimal bagi para penyintas stroke, sehingga mereka dapat kembali menjalani kehidupan yang berkualitas.

Bagikan: Facebook X WhatsApp