Partai politik liberal yang menjadi satu-satunya suara penentang perang di Rusia dipastikan tidak akan bisa berpartisipasi dalam pemilihan umum parlemen bulan depan. Keputusan ini dikeluarkan oleh pengadilan di Moskow, menggarisbawahi semakin ketatnya ruang gerak oposisi di negara tersebut.
Partai Oposisi Bersatu (United Democratic Party Yabloko) merupakan kekuatan politik yang secara konsisten menyuarakan kritik terhadap kebijakan pemerintah, terutama terkait operasi militer di Ukraina. Namun, kini langkah mereka untuk berkontestasi di pemilihan parlemen ditutup.
Keputusan pengadilan ini mengakhiri upaya Yabloko untuk menyajikan alternatif politik di tengah lanskap politik Rusia yang semakin terkonsolidasi. Partai ini telah lama berjuang untuk mempertahankan kehadirannya di arena politik nasional, menghadapi berbagai tantangan dan tekanan.
Seorang juru bicara partai menyatakan kekecewaan mendalam atas putusan tersebut. “Ini adalah pukulan telak bagi demokrasi di Rusia. Kami percaya bahwa setiap partai politik harus memiliki hak untuk bersaing secara adil, terlepas dari pandangan politik mereka,” ujar juru bicara tersebut.
Sebelumnya, pada 2023, Yabloko sempat menghadapi ancaman pembubaran akibat dugaan pelanggaran undang-undang partai politik. Namun, partai tersebut berhasil bertahan setelah melakukan perbaikan administrasi yang diminta oleh Kementerian Kehakiman.
Pengadilan Moskow dilaporkan tidak merinci alasan spesifik di balik keputusan larangan partisipasi Yabloko dalam pemilu kali ini. Namun, langkah ini menambah daftar panjang pembatasan terhadap kelompok-kelompok oposisi di Rusia, yang semakin menyulitkan ruang gerak bagi suara-suara kritis terhadap pemerintah.
Pemilihan umum parlemen Rusia dijadwalkan akan berlangsung pada 17-19 September 2024. Dengan mundurnya Yabloko, lanskap politik dalam pemilihan mendatang diperkirakan akan semakin minim keragaman pandangan, terutama terkait isu-isu sensitif seperti kebijakan luar negeri dan keamanan negara.
