Di tengah gempuran teknologi digital yang kian tak terhindarkan, para orang tua kini dihadapkan pada tantangan baru: bagaimana mengatur paparan anak terhadap layar gawai secara bijak. Seorang psikolog, Dr. Jane Smith, memberikan panduan mengenai durasi screen time ideal yang perlu diperhatikan demi tumbuh kembang optimal anak.
Menurut Dr. Smith, memisahkan anak sepenuhnya dari dunia digital di era modern bukanlah solusi yang realistis. “Kita tidak bisa menolak realitas bahwa teknologi adalah bagian tak terpisahkan dari kehidupan anak-anak kita saat ini,” ujarnya dalam sebuah wawancara eksklusif pada Senin, 15 Mei 2023. Namun, ia menekankan pentingnya memberikan batasan yang jelas terkait penggunaan gawai.
Panduan yang dikemukakan oleh Dr. Smith merujuk pada rekomendasi dari organisasi kesehatan terkemuka. Untuk anak usia di bawah 18 bulan, paparan layar sebaiknya diminimalkan, kecuali untuk panggilan video dengan anggota keluarga. “Jika memang harus terpapar, pastikan ada pendampingan orang tua untuk membantu anak memahami apa yang mereka lihat,” jelasnya.
Memasuki usia 18-24 bulan, anak-anak mulai bisa diperkenalkan pada konten edukatif yang berkualitas tinggi, namun tetap dengan pengawasan ketat orang tua. “Penting bagi orang tua untuk ikut serta dalam pengalaman daring anak, menjelaskan kontennya, dan menghubungkannya dengan dunia nyata,” kata Dr. Smith.
Untuk anak usia 2-5 tahun, durasi screen time yang disarankan adalah maksimal satu jam per hari. Kualitas konten menjadi kunci utama. “Fokus pada program yang mendidik, interaktif, dan sesuai usia. Hindari konten yang terlalu cepat atau penuh kekerasan,” imbuhnya. Ia juga menyarankan agar waktu layar tidak mengganggu aktivitas fisik, waktu tidur, dan interaksi sosial anak.
Sementara itu, untuk anak usia 6 tahun ke atas, Dr. Smith tidak memberikan batasan waktu yang kaku, namun lebih menekankan pada keseimbangan. “Setelah usia 6 tahun, batasan waktu bisa lebih fleksibel, namun tetap harus ada aturan yang jelas mengenai kapan dan di mana gawai boleh digunakan,” terangnya. Kunci utamanya adalah memastikan bahwa screen time tidak mengorbankan waktu untuk belajar, bersosialisasi, berolahraga, dan beristirahat yang cukup. “Orang tua perlu terus berkomunikasi dengan anak mengenai penggunaan gawai dan dampaknya,” tutup Dr. Smith.
