Thursday, 27 August 2026
BREAKING
LIFESTYLE

Nutrisi Protein Anak: Lezat, Bergizi, dan Ramah Anggaran Keluarga

Oleh Muzairi M August 27, 2026 49 minutes lalu 0 komentar

Memastikan asupan protein yang cukup bagi anak tidak harus menguras kantong. Para orang tua kini memiliki banyak pilihan untuk memenuhi kebutuhan nutrisi si buah hati dengan memanfaatkan kekayaan pangan lokal yang terjangkau, sembari tetap menjaga prinsip gizi seimbang.

Ahli Gizi, Prof. Dr. dr. Nurul Ratna Mutu Manikam, M.Kes, Sp.GK(K), menegaskan bahwa protein memegang peranan krusial dalam setiap tahapan tumbuh kembang anak. “Protein ini penting sekali untuk anak-anak. Fungsinya untuk membentuk sel-sel tubuh, organ, dan juga untuk kecerdasan mereka,” jelas Prof. Nurul dalam acara edukasi daring bertajuk ‘Pentingnya Asupan Protein untuk Tumbuh Kembang Anak’ yang diselenggarakan oleh Nutrifood pada Kamis (21/3).

Menurut Prof. Nurul, kekhawatiran mengenai mahalnya sumber protein hewani seperti daging sapi, ayam, atau ikan dapat diatasi dengan beralih ke sumber protein nabati yang lebih ekonomis. Pangan lokal seperti telur, tempe, tahu, dan ikan kembung menjadi alternatif yang sangat baik. Selain kaya protein, bahan-bahan ini juga mudah didapatkan dan harganya lebih bersahabat di kantong.

Ia menambahkan, protein hewani memiliki profil asam amino yang lebih lengkap dibandingkan protein nabati. Namun, bukan berarti protein nabati tidak berkualitas. “Jadi memang protein hewani ini ada asam aminonya yang lebih lengkap tapi kita bisa kombinasikan misalnya dengan tempe atau tahu, jadi bisa saling melengkapi,” terangnya.

Prof. Nurul menekankan pentingnya konsistensi dalam pemenuhan gizi seimbang. “Tidak hanya protein, tapi juga karbohidrat, lemak, vitamin, dan mineral harus terpenuhi. Jadi, anak tidak hanya makan protein saja, tapi harus ada nasi, sayur, buah, dan juga lemak yang sehat,” paparnya.

Untuk mengoptimalkan penyerapan protein, Prof. Nurul menyarankan agar anak-anak juga mengonsumsi vitamin C. “Karena vitamin C ini membantu penyerapan zat besi dan protein yang kita makan,” katanya.

Dalam kesempatan yang sama, Head of Research and Development Nutrifood, Maria Elvira, memaparkan hasil survei “Nutrifood Indonesia Diet & Lifestyle Survey 2023”. Survei ini melibatkan 1.200 responden di 12 kota besar Indonesia, dengan rentang usia 18-55 tahun. Hasilnya menunjukkan bahwa 62% masyarakat Indonesia masih memiliki pemahaman yang kurang mengenai pentingnya protein hewani untuk tumbuh kembang anak.

“Sebanyak 62% responden masih kurang paham terkait protein hewani. Ini jadi tantangan tersendiri. Padahal protein hewani itu penting sekali untuk anak-anak, terutama untuk mendukung tumbuh kembang otak dan fisik mereka,” ujar Maria Elvira.

Maria juga menyoroti bahwa sebagian besar orang tua masih berasumsi bahwa sumber protein hewani identik dengan harga yang mahal. “Ada asumsi bahwa protein hewani itu mahal. Padahal ada banyak pilihan protein hewani yang terjangkau seperti telur, ikan, dan juga protein nabati seperti tempe dan tahu,” tutupnya.

Bagikan: Facebook X WhatsApp