Icahn School of Medicine at Mount Sinai di New York meluncurkan pusat penelitian baru yang didedikasikan untuk mengungkap alasan di balik keberhasilan pengobatan alergi kacang. Dengan dukungan dana hibah 5 tahun senilai 7,2 juta dolar dari National Institutes of Health (NIH), pusat ini akan berfokus pada pengembangan strategi pengobatan yang dipersonalisasi.
Pusat riset multidisiplin yang diberi nama Immunologic Trajectories of Peanut Desensitization (INROADS) ini akan mendalami mekanisme biologis dan biomarker yang terkait dengan alergi kacang. Tujuannya adalah untuk memajukan pemahaman ilmiah guna menciptakan metode pengobatan yang lebih efektif dan disesuaikan untuk setiap individu.
Supinda Bunyavanich, MD, MPH, MPhil, menjabat sebagai principal investigator utama INROADS. Bersama dengan Scott H. Sicherer, MD, FAAP, mereka memimpin tim peneliti yang berupaya memahami lebih dalam tentang alergi kacang. Situs web resmi INROADS, yang akan menjadi sumber informasi utama mengenai perkembangan penelitian, juga telah diumumkan.
Penelitian INROADS akan mencakup berbagai aspek alergi kacang, mulai dari identifikasi faktor risiko hingga pengembangan terapi baru. Fokus pada ‘immunologic trajectories’ mengindikasikan bahwa studi ini akan melacak bagaimana respons imun tubuh terhadap kacang berkembang seiring waktu dan bagaimana intervensi pengobatan memengaruhinya.
Dana hibah dari NIH merupakan pengakuan atas pentingnya penelitian ini dalam mengatasi masalah kesehatan masyarakat yang signifikan. Alergi kacang merupakan salah satu alergi makanan yang paling umum dan berpotensi mengancam jiwa, terutama pada anak-anak. Keberhasilan dalam mengembangkan pengobatan yang lebih baik akan memberikan dampak besar bagi kualitas hidup jutaan orang.
Melalui INROADS, Icahn School of Medicine at Mount Sinai berkomitmen untuk menjadi pemimpin dalam penelitian alergi, dengan harapan dapat memberikan solusi inovatif dan harapan baru bagi mereka yang hidup dengan alergi kacang.
