Saturday, 25 July 2026
BREAKING
KESEHATAN

Monitor Glukosa Berkelanjutan Tingkatkan Kontrol Gula Darah Pasien Diabetes Tipe 2 Hemodialisis

Oleh Rini Widiyarti July 25, 2026 1 hour lalu 0 komentar

Penggunaan Continuous Glucose Monitor (CGM) terbukti efektif meningkatkan waktu berada dalam rentang target gula darah (time in range) tanpa meningkatkan risiko hipoglikemia pada pasien diabetes tipe 2 yang menjalani hemodialisis untuk gagal ginjal stadium akhir. Temuan ini dilaporkan oleh para peneliti dalam jurnal Diabetes Care.

Kondisi pasien dengan penyakit ginjal stadium akhir yang menjalani hemodialisis seringkali menyulitkan tercapainya kontrol gula darah yang memadai. Rodolfo J. Galindo, MD, seorang profesor madya kedokteran di University of Miami Miller School of Medicine, mengungkapkan, “Mempertahankan kontrol glikemik yang memadai pada pasien penyakit ginjal stadium akhir yang menjalani hemodialisis merupakan tantangan.” Ia menambahkan, “Kami menunjukkan bahwa dengan menggunakan perangkat yang invasif minimal, yaitu CGM real-time, hanya dalam 30 hari, metrik glikemik pada populasi ini meningkat.”

Studi yang dipimpin oleh Galindo dan timnya ini mengevaluasi efektivitas CGM dalam memantau dan mengelola kadar gula darah pada pasien diabetes tipe 2 yang menerima terapi hemodialisis. Hasilnya menunjukkan bahwa penggunaan CGM selama periode studi secara signifikan memperbaiki parameter kontrol glikemik, yang mengindikasikan peningkatan waktu kadar gula darah berada dalam rentang yang sehat. Yang terpenting, perbaikan ini dicapai tanpa adanya peningkatan kejadian hipoglikemia, sebuah kondisi berbahaya yang seringkali menjadi perhatian pada pasien diabetes.

Temuan ini memberikan harapan baru bagi pasien diabetes tipe 2 yang menghadapi komplikasi gagal ginjal stadium akhir dan harus menjalani hemodialisis. Teknologi CGM yang relatif mudah digunakan dan minimal invasif menawarkan solusi yang menjanjikan untuk pemantauan gula darah yang lebih akurat dan berkelanjutan, yang pada akhirnya berkontribusi pada perbaikan kualitas hidup pasien.

Bagikan: Facebook X WhatsApp