Thursday, 3 September 2026
BREAKING
KESEHATAN

Monitor EKG Guna Deteksi Aritmia Pasien Pingsan: Hasil Studi ASPIRED

Oleh Rini Widiyarti September 3, 2026 58 minutes lalu 0 komentar

Sebuah studi baru menunjukkan bahwa penggunaan monitor EKG wearable selama 14 hari setelah penilaian awal di unit gawat darurat (UGD) untuk kasus pingsan yang tidak jelas (unexplained syncope) tidak serta-merta mengurangi jumlah episode kambuh yang dilaporkan pasien dalam kurun waktu satu tahun.

Namun demikian, terobosan signifikan justru terlihat pada deteksi aritmia serius. Penelitian yang diberi nama ASPIRED trial ini melaporkan bahwa pemantauan EKG menggunakan alat tempel (patch) wearable selama 14 hari di awal masa perawatan terbukti lebih dari dua kali lipat dalam mendeteksi kelainan irama jantung yang serius. Hasil ini juga mengindikasikan bahwa lebih banyak pasien yang akhirnya menerima penanganan medis yang tepat.

Temuan penting ini diungkapkan oleh para peneliti pada Kongres European Society of Cardiology. Studi ASPIRED, yang dipublikasikan secara bersamaan di jurnal The New England Journal of Medicine, melibatkan total 2.234 pasien. Rata-rata usia partisipan adalah 58,3 tahun, dengan 52,1% di antaranya adalah laki-laki. Mayoritas partisipan, sekitar 89%, memiliki riwayat penyakit penyerta.

Meskipun tujuan utama dari pemantauan EKG dini ini adalah untuk mengurangi kekambuhan episode pingsan, studi ASPIRED justru menyoroti manfaat lain yang tak kalah penting. Peningkatan dramatis dalam deteksi aritmia serius, seperti fibrilasi atrium atau takikardia ventrikel, memungkinkan intervensi medis yang lebih cepat dan efektif. Hal ini berpotensi mencegah komplikasi yang lebih parah akibat aritmia tersebut, seperti stroke atau henti jantung mendadak.

Para peneliti menyimpulkan bahwa meskipun monitor EKG wearable mungkin tidak secara langsung berdampak pada frekuensi episode pingsan yang dilaporkan pasien dalam jangka pendek, kemampuannya untuk mengidentifikasi kondisi jantung yang mengancam jiwa secara dini merupakan kemajuan penting dalam manajemen pasien dengan unexplained syncope. Penggunaan teknologi ini membuka peluang untuk diagnosis yang lebih akurat dan penatalaksanaan yang lebih personal.

Bagikan: Facebook X WhatsApp