Perdana Menteri India Narendra Modi pada Minggu (9/6) menyatakan komitmennya untuk memberikan hukuman berat kepada semua pihak yang terlibat dalam kasus kebocoran soal ujian kedokteran nasional National Eligibility cum Entrance Test (NEET) UG 2024. Pernyataan ini disampaikan menyusul gelombang protes dan kekecewaan publik terkait integritas proses seleksi calon mahasiswa kedokteran.
Modi menegaskan bahwa pemerintahnya tidak akan mentolerir praktik kecurangan atau penyalahgunaan dalam ujian. Ia berjanji akan mengambil tindakan tegas dan memastikan bahwa para pelaku mendapat hukuman setimpal. “Pemerintah kami telah berkomitmen untuk memastikan proses ujian yang adil dan transparan bagi semua siswa. Keadilan akan ditegakkan, dan tidak ada toleransi bagi mereka yang mencoba mengeksploitasi sistem demi keuntungan pribadi,” ujar Modi dalam sebuah unggahan di platform X.
Kasus kebocoran soal NEET UG 2024 ini telah memicu kemarahan luas di kalangan siswa, orang tua, dan pendidik. Laporan mengenai dugaan kebocoran dan kecurangan telah beredar, menimbulkan keraguan terhadap kredibilitas ujian yang diikuti oleh jutaan calon mahasiswa setiap tahunnya. Otoritas terkait, termasuk National Testing Agency (NTA) yang bertanggung jawab atas penyelenggaraan ujian, tengah melakukan investigasi mendalam.
Sebelumnya, Kementerian Pendidikan India telah mengumumkan pembentukan komite investigasi yang dipimpin oleh mantan Ketua Komisi UGC, Dr. S. Sugatha Kumari. Komite ini bertugas untuk meninjau mekanisme kerja NTA dan memberikan rekomendasi guna meningkatkan transparansi, keadilan, dan keamanan dalam pelaksanaan ujian di masa mendatang. Laporan awal dari komite ini diharapkan dapat segera memberikan gambaran lebih jelas mengenai akar permasalahan.
Sejauh ini, pihak kepolisian di beberapa wilayah telah melakukan penangkapan terhadap individu yang diduga terlibat dalam jaringan kebocoran soal. Salah satu kasus yang disorot adalah penangkapan terhadap 10 orang di Bihar yang diduga menerima soal bocor dan memberikan jawaban kepada siswa. Hal ini semakin memperkuat dugaan adanya konspirasi yang lebih besar di balik insiden tersebut.
Kementerian Pendidikan juga telah mengumumkan bahwa mereka sedang mempertimbangkan untuk meninjau kembali proses pemberian skor dan kemungkinan reorganisasi NTA. Langkah-langkah ini diambil sebagai respons terhadap tuntutan publik yang mendesak agar sistem ujian diperbaiki secara fundamental. Diharapkan, dengan adanya reformasi yang komprehensif, kepercayaan publik terhadap integritas sistem pendidikan tinggi di India dapat pulih kembali.
