Misi Matahari India, Aditya-L1, berhasil menangkap momen-momen penting yang memberikan petunjuk baru untuk memecahkan teka-teki mengenai suhu ekstrem di korona Matahari. Pertanyaan mendasar mengapa korona Matahari mencapai jutaan derajat Celsius, jauh lebih panas daripada permukaannya, kini selangkah lebih dekat untuk terjawab.
Data terbaru dari instrumen Solar Ultra Violet Imaging Telescope (SUIT) pada wahana Aditya-L1, yang dikembangkan oleh Physical Research Laboratory (PRL) Ahmedabad, menunjukkan adanya fluktuasi intensitas ultraviolet (UV) yang signifikan di korona. Temuan ini dipresentasikan pada konferensi yang diselenggarakan oleh Institut Teknologi India (IIT) Gandhinagar.
Para ilmuwan terkejut dengan pola yang teramati. “Kami sangat terkejut melihat perubahan intensitas UV yang begitu dinamis,” ujar Dr. Duhaime H. Joshi dari PRL, salah satu peneliti utama instrumen SUIT. Ia menambahkan bahwa fluktuasi ini terjadi dalam rentang waktu yang relatif singkat, bahkan dalam hitungan menit.
Pola fluktuasi UV yang terdeteksi ini diduga kuat berkaitan dengan mekanisme pemanasan di korona Matahari. Salah satu teori yang paling banyak dibahas adalah peran gelombang magnetik yang merambat dari interior Matahari ke atmosfer luarnya. Gelombang-gelombang ini dipercaya membawa energi yang memanaskan korona hingga suhu yang luar biasa tinggi.
Observasi yang dilakukan oleh SUIT ini memberikan bukti observasional yang kuat untuk mendukung teori tersebut. Dengan memantau perubahan UV ini, para peneliti dapat memetakan bagaimana energi disalurkan dan dilepaskan di korona. Hal ini krusial untuk memahami bagaimana korona mempertahankan suhunya yang sangat tinggi, yang selalu menjadi misteri besar dalam astrofisika.
Misi Aditya-L1, yang diluncurkan oleh Indian Space Research Organisation (ISRO) pada 2 September 2023, dirancang khusus untuk mempelajari Matahari dari jarak jauh. Wahana ini mengorbit pada titik Lagrange L1, yang memungkinkan pengamatan Matahari tanpa gangguan gerhana.
Melalui instrumen canggih seperti SUIT, misi ini diharapkan dapat terus memberikan data berharga yang akan membantu para ilmuwan di seluruh dunia untuk mengungkap lebih banyak rahasia Matahari, termasuk fenomena cuaca antariksa yang dapat memengaruhi Bumi.
