Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati menerima kunjungan dari Chief Operating Officer (COO) Danantara, yang juga menjabat sebagai Kepala Badan Pembina Usaha Milik Negara (BP BUMN), Dony Oskaria. Pertemuan yang berlangsung di kantor Kementerian Keuangan ini menitikberatkan pada dua isu krusial: penyelesaian utang kereta cepat Jakarta-Bandung, Whoosh, dan perumusan skema restrukturisasi bagi Badan Usaha Milik Negara (BUMN) secara keseluruhan.
Dalam audiensi tersebut, Dony Oskaria memaparkan berbagai strategi dan opsi yang telah disiapkan untuk mengatasi permasalahan finansial yang dihadapi oleh BUMN. Salah satu poin penting yang dibahas adalah mengenai utang yang timbul dari pembangunan proyek strategis nasional, Kereta Cepat Whoosh. Diskusi ini mencakup upaya-upaya konkret untuk meringankan beban utang tersebut, demi memastikan keberlanjutan operasional dan finansial proyek ikonik ini.
Selain masalah utang Whoosh, pertemuan ini juga menjadi forum penting untuk membahas arah dan implementasi restrukturisasi BUMN. Dony Oskaria menyampaikan kepada Sri Mulyani mengenai rencana-rencana perbaikan tata kelola, efisiensi operasional, dan strategi penguatan modal bagi perusahaan-perusahaan pelat merah yang dianggap memerlukan penyesuaian signifikan. Tujuannya adalah untuk meningkatkan kinerja BUMN agar lebih kompetitif dan memberikan kontribusi yang lebih besar bagi perekonomian nasional.
Sri Mulyani, dalam kapasitasnya sebagai Menteri Keuangan, memberikan arahan dan masukan strategis terkait dengan usulan-usulan yang disampaikan oleh Dony Oskaria. Diskusi ini mencerminkan komitmen pemerintah untuk terus melakukan perbaikan berkelanjutan terhadap sektor BUMN, termasuk dalam hal penanganan kewajiban finansial proyek-proyek besar serta upaya revitalisasi agar BUMN dapat beroperasi lebih optimal di masa mendatang.
