Sunday, 16 August 2026
BREAKING
DUNIA

Mengapa AS dan Israel Tak Lagi Sejalan dalam Menghadapi Ancaman Iran?

Oleh Heni Maulidya July 2, 2026 2 months lalu 0 komentar

Hubungan strategis antara Amerika Serikat dan Israel kini tengah menjadi sorotan. Kedua sekutu dekat tersebut dinilai mulai menunjukkan ketidaksolidan dalam menyikapi ancaman dari Iran, sebuah kondisi yang dipicu oleh perbedaan prioritas politik keamanan luar negeri masing-masing negara.

Direktur Kementerian Pertahanan Israel, Amir Baram, mengungkapkan bahwa perbedaan mendasar terletak pada cara pandang terhadap Teheran. Bagi Israel, Iran adalah ancaman eksistensial yang membahayakan kelangsungan hidup negara mereka. Sebaliknya, Washington justru menempatkan Iran sebagai tantangan regional yang bersifat kronis, bukan ancaman utama.

Saat ini, Amerika Serikat lebih memprioritaskan isu keamanan terkait China dan kawasan Indo-Pasifik, terutama menyangkut situasi di Taiwan. Menurut Baram, perbedaan fokus ini menciptakan jurang kepentingan yang nyata di antara kedua negara.

Perbedaan antara kita bukanlah pada bagaimana kita memahami ancaman tersebut, tetapi pada prioritas kita. Bagi kita, Iran adalah ancaman eksistensial; bagi Amerika Serikat, itu adalah tantangan regional kronis, sementara Tiongkok dan kawasan Indo-Pasifik tetap menjadi perhatian utama. Kita memikirkan Teheran, mereka memikirkan Taiwan, ujar Baram dalam keterangannya.

Baram menambahkan bahwa publik di Israel sering kali keliru dalam membaca kebijakan Washington. Apa yang dianggap sebagai kelemahan atau pengabaian oleh sebagian pihak di Israel, sejatinya dipandang oleh Amerika Serikat sebagai manajemen risiko yang dingin, terhitung, dan jernih di tengah pergeseran dinamika geopolitik global.

Kritik yang sempat muncul dari Pentagon juga mencerminkan realitas kebutuhan militer AS. Dengan keterbatasan amunisi yang harus dibagi antara mendukung perang saat ini dan bersiap menghadapi potensi konfrontasi di Selat Taiwan, perang yang berkepanjangan di Timur Tengah dinilai tidak sejalan dengan kebijakan global Amerika Serikat.

Meski demikian, Baram menekankan bahwa sistem Amerika memiliki garis tegas terkait keberhasilan misi. Jika ada satu hal yang paling dihindari oleh pihak Amerika, itu adalah kekalahan dalam kampanye yang sudah mereka menangkan.

Ia menegaskan bahwa kemitraan antara kedua negara tidak bisa hanya bergantung pada nilai-nilai bersama. Mengingat Amerika Serikat beroperasi dengan pendekatan Amerika Pertama, hubungan bilateral ini menuntut pemahaman mendalam atas kalkulasi risiko yang diambil Washington di tengah situasi global yang semakin kompleks.

Ketegangan dalam koordinasi ini menjadi pengingat bahwa di balik hubungan diplomatik yang erat, setiap negara tetap menempatkan kepentingan nasionalnya sebagai prioritas utama. Bagi Israel, stabilitas kawasan adalah harga mati, sementara bagi Washington, menjaga keseimbangan kekuatan global di Indo-Pasifik menjadi agenda yang tidak bisa ditawar.

Bagikan: Facebook X WhatsApp