Brussels, Belgia – Ibu kota Belgia, Brussels, tengah dilanda gelombang kekerasan yang mengkhawatirkan. Hingga kini, tercatat lebih dari 65 insiden penembakan terjadi di kota tersebut sepanjang tahun ini. Lonjakan tajam ini erat kaitannya dengan meningkatnya aktivitas kriminalitas narkoba yang kian meresahkan masyarakat.
Situasi keamanan di Brussels memburuk drastis akibat maraknya aksi kekerasan yang diduga kuat dilakukan oleh geng-geng narkoba. Penembakan sporadis yang terjadi di berbagai penjuru kota menimbulkan ketakutan di kalangan warga dan menimbulkan pertanyaan serius mengenai efektivitas penegakan hukum dalam menangani masalah ini.
Angka 65 insiden penembakan yang dilaporkan sejauh ini menjadi bukti nyata betapa gentingnya kondisi keamanan di Brussels. Kriminolog, Tom Decorte, menyoroti bahwa fenomena ini bukan sekadar angka statistik, melainkan cerminan dari perang antar geng yang semakin brutal. “Ini adalah bagian dari perang antar geng yang terus-menerus terjadi,” ungkap Decorte, menekankan bahwa kekerasan ini seringkali berakar pada perebutan wilayah kekuasaan dalam jaringan peredaran narkoba.
Analis keamanan, Peter Van Calster, menambahkan pandangannya bahwa Brussels kini menghadapi tantangan ganda. Selain menjadi pusat pemerintahan Uni Eropa, kota ini juga bertransformasi menjadi arena pertempuran bagi sindikat narkoba internasional. Ia mengamati adanya pergeseran pola operasi geng, yang kini semakin berani melakukan aksi kekerasan di tempat-tempat publik. “Geng-geng ini semakin berani dan tidak ragu untuk menggunakan senjata api di tempat umum,” ujar Van Calster, menggambarkan betapa seriusnya ancaman yang dihadapi.
Pihak kepolisian sendiri mengakui kesulitan dalam memberantas sindikat narkoba yang terus berevolusi. Inspektur Polisi Brussels, Johan Demol, menyatakan bahwa jaringan narkoba kini beroperasi dengan sangat terorganisir dan seringkali memanfaatkan teknologi untuk menghindari deteksi. “Mereka sangat terorganisir. Mereka menggunakan aplikasi pesan terenkripsi dan metode lain untuk menghindari penangkapan,” jelas Demol, menggambarkan kompleksitas penanganan kasus ini.
Meningkatnya kekerasan yang terkait dengan narkoba tidak hanya mengancam keselamatan warga, tetapi juga mencoreng citra Brussels sebagai kota internasional yang aman dan stabil. Upaya penanggulangan yang lebih komprehensif dan koordinasi yang lebih erat antar lembaga penegak hukum diharapkan dapat segera dilakukan untuk mengembalikan ketertiban dan keamanan di ibu kota Belgia ini.
