Seorang mantan tentara Amerika Serikat berusia 43 tahun, Andrew Arrabaca, melakukan aksi pembakaran di luar gedung federal di Manhattan pada Kamis (18/4/2024). Insiden ini terekam dan diduga memiliki motif anti-pemerintah, seperti yang dilaporkan oleh pihak berwenang.
Menurut Federal Bureau of Investigation (FBI), Arrabaca kedapatan membawa sejumlah senjata saat melakukan aksinya. Ia bersenjatakan dua kapak, sebilah parang, tiga pisau, serta beberapa petasan yang digunakan untuk membakar bangunan tersebut. Motif di balik tindakan nekat ini masih dalam penyelidikan lebih lanjut.
Pihak kepolisian segera bertindak setelah menerima laporan mengenai kejadian tersebut. Arrabaca berhasil diamankan di lokasi kejadian tanpa menimbulkan korban jiwa. Namun, api yang sempat membesar menyebabkan kerusakan pada bagian luar gedung federal tersebut.
Penyidik menduga bahwa Arrabaca memiliki pandangan anti-pemerintah yang kuat. Keberadaan senjata tajam dan bahan peledak menunjukkan adanya persiapan matang dalam melancarkan aksinya. Pernyataan dari FBI mengkonfirmasi adanya barang bukti yang mengarah pada dugaan tersebut.
Insiden ini menimbulkan kekhawatiran mengenai potensi ancaman keamanan di fasilitas pemerintah. Pihak berwenang menegaskan akan terus mendalami motif dan kemungkinan adanya pihak lain yang terlibat dalam perencanaan aksi ini. Proses hukum terhadap Andrew Arrabaca akan segera dilanjutkan.
