Moskow mengumumkan pembebasan Robert Gilman, mantan marinir Amerika Serikat yang telah ditahan sejak tahun 2022. Keputusan ini diambil atas dasar kemanusiaan, menyusul laporan mengenai kondisi kesehatannya yang memburuk drastis.
Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengonfirmasi kabar pembebasan Gilman. Ia menyatakan bahwa mantan marinir tersebut dilepaskan setelah dilaporkan berada dalam kondisi yang mengkhawatirkan, bahkan mendekati keadaan katatonik. Trump menekankan bahwa tindakan ini didorong oleh pertimbangan kemanusiaan yang mendalam.
Sejak penangkapannya pada tahun 2022, detail mengenai kasus dan alasan penahanan Gilman oleh pihak berwenang Rusia belum sepenuhnya terungkap ke publik. Namun, fokus utama saat ini adalah pada pemulangan dan perawatan kesehatan Robert Gilman.
Kondisi kesehatan Gilman yang dilaporkan memburuk menjadi perhatian utama dalam negosiasi pembebasannya. Laporan yang beredar menyebutkan bahwa ia mengalami penurunan kondisi fisik dan mental yang signifikan selama masa penahanannya di Rusia.
Pihak Amerika Serikat, melalui pernyataan Presiden Trump, menyambut baik langkah Rusia ini. Pembebasan Gilman diharapkan dapat memberikan kesempatan baginya untuk mendapatkan perawatan medis yang memadai dan kembali ke Amerika Serikat.
Informasi lebih lanjut mengenai proses pemulangan Robert Gilman dan detail spesifik mengenai kondisi kesehatannya masih terus dihimpun. Namun, pengumuman pembebasan ini memberikan secercah harapan bagi keluarga dan pihak-pihak yang peduli terhadap nasib mantan marinir tersebut.
