Wednesday, 12 August 2026
BREAKING
LIFESTYLE

Mahar Tak Lazim: Eskavator Mewah Hiasi Pernikahan di Grobogan

Oleh Muzairi M August 12, 2026 1 hour lalu 0 komentar

Sebuah momen pernikahan yang tak biasa menjadi sorotan publik di Desa Ketro, Kabupaten Grobogan, Jawa Tengah. Baru-baru ini, jagat maya dihebohkan oleh beredarnya video yang menampilkan sebuah unit eskavator sebagai mahar pernikahan. Fenomena ini sontak menarik perhatian banyak orang karena keunikannya yang tak pernah terjadi sebelumnya.

Pernikahan tak lazim tersebut diketahui berlangsung pada hari Minggu, 11 Februari 2024. Bukan perhiasan emas atau seperangkat alat salat yang menjadi simbol ikatan suci, melainkan sebuah alat berat yang menjadi pilihan sang mempelai pria. Momen langka ini terekam kamera dan dengan cepat menyebar luas di berbagai platform media sosial.

Keunikan mahar ini diungkapkan oleh salah satu tokoh masyarakat setempat, Bapak Suwanto. Beliau menjelaskan bahwa eskavator tersebut merupakan milik dari ayah mempelai pria, yang berprofesi sebagai pengusaha alat berat. “Eskavator itu memang milik bapaknya mempelai pria. Kebetulan bapaknya itu pengusaha alat berat. Jadi, ini sebagai bentuk pemberian atau aset dari orang tua kepada anaknya,” ujar Suwanto pada hari Selasa, 13 Februari 2024.

Suwanto menambahkan bahwa pilihan eskavator sebagai mahar bukanlah hal yang direncanakan secara mendadak. Keputusan ini telah dipersiapkan dengan matang oleh keluarga mempelai pria. “Sudah dipersiapkan dari jauh-jauh hari, bukan dadakan,” tegasnya.

Lebih lanjut, Suwanto mengonfirmasi bahwa pemberian eskavator ini bukanlah sekadar simbolis. Alat berat tersebut benar-benar diserahkan kepada kedua mempelai sebagai bagian dari kekayaan atau aset yang mereka miliki. Hal ini menunjukkan keseriusan dan dukungan penuh dari keluarga mempelai pria untuk kehidupan baru pasangan tersebut.

Video viral yang memperlihatkan eskavator terparkir di lokasi pernikahan tersebut telah memicu berbagai komentar dari warganet. Banyak yang takjub dengan ide mahar yang tak biasa ini, bahkan ada yang bercanda bahwa mereka ingin memiliki pernikahan serupa. Fenomena ini menjadi bukti bahwa tradisi mahar pernikahan bisa terus berkembang dan beradaptasi dengan berbagai latar belakang dan profesi keluarga.

Bagikan: Facebook X WhatsApp