Lonjakan Pendaftar Program Padat Karya DKI Jakarta: 100 Ribu Warga Berebut 2.843 Kuota

Yohanes

Ribuan warga Jakarta menunjukkan antusiasme luar biasa dalam menyambut program padat karya yang digagas Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta. Hingga kini, tercatat lebih dari 100 ribu orang telah mendaftar untuk mengisi 2.843 kuota pekerjaan yang tersedia. Program ini dirancang sebagai bantalan ekonomi bagi masyarakat ibu kota di tengah tantangan ekonomi global yang semakin kompleks.

Kepala Dinas Komunikasi, Informatika, dan Statistik (Diskominfotik) Provinsi DKI Jakarta, Marulina Dewi, mengonfirmasi tingginya minat masyarakat. "Jadi untuk padat karya sudah dibuka 37 jenis pekerjaan dan per hari ini memang ada 100.000 pendaftar," ujar Marulina di kawasan Monas, Minggu (21/6/2026). Tahap pertama pendaftaran program ini dibuka sejak beberapa hari lalu dan akan ditutup pada 26 Juni 2026. Pengumuman peserta yang lolos seleksi dijadwalkan pada 27 Juni 2026.

Menyadari besarnya animo masyarakat, Pemprov DKI Jakarta juga akan membuka pendaftaran tahap kedua. Proses pendaftaran untuk gelombang kedua ini akan dimulai tepat pada tanggal pengumuman tahap pertama, yaitu 27 Juni 2026. "Kami akan tutup di tanggal 25 Juni untuk sesi pertama dan diumumkan tanggal 27. Dan pada tanggal 27 Juni itu juga akan ada sesi yang kedua," jelas Marulina mengenai jadwal pendaftaran yang disusun secara bertahap ini.

Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, menekankan komitmennya terhadap transparansi dalam proses rekrutmen. Ia menegaskan bahwa tidak ada ruang bagi praktik "orang dalam" atau nepotisme dalam seleksi ini. "Kekhawatiran untuk ‘orang dalam’ main-main, saya sudah sampaikan ke Bu Dewi, tidak boleh ada. Transparan, terbuka, karena ini dijaga dan ditunggu oleh masyarakat Jakarta," tegasnya.

Program padat karya ini merupakan respons Pemprov DKI Jakarta terhadap kondisi ekonomi yang sulit dan masih banyaknya warga ibu kota yang belum mendapatkan pekerjaan. "Kenapa dilakukan ini? Untuk membuat bantalan sosial. Karena kemudian memang ekonomi dunia kan tekanannya sekarang ini makin keras," tutur Gubernur Anung mengenai urgensi program ini.

Lowongan pekerjaan yang dibuka mencakup berbagai sektor padat karya di sejumlah organisasi perangkat daerah (OPD) Pemprov DKI Jakarta. Sektor-sektor tersebut meliputi Dinas Bina Marga, Dinas Pertamanan dan Hutan Kota, Dinas Sumber Daya Air, serta Dinas Lingkungan Hidup. Fokus utama pekerjaan adalah pada kegiatan perawatan, penataan, dan pemeliharaan lingkungan kota, yang membutuhkan banyak tenaga kerja.

Peserta yang berhasil terpilih dalam program padat karya ini akan mendapatkan upah yang setara dengan Upah Minimum Provinsi (UMP) DKI Jakarta. Durasi pekerjaan yang ditawarkan adalah antara 3 hingga 6 bulan, memberikan kesempatan kerja sementara bagi warga. Program ini rencananya akan dilaksanakan sepanjang tahun 2026 dengan proses rekrutmen yang dibuka secara bertahap untuk memastikan pemerataan kesempatan.

Persyaratan bagi para pelamar cukup spesifik untuk memastikan program ini tepat sasaran. Calon peserta wajib memiliki Kartu Tanda Penduduk (KTP) Jakarta, terdata dalam desil 1 hingga 5 (menunjukkan tingkat kerentanan sosial-ekonomi), berusia produktif antara 18 hingga 59 tahun, belum memiliki pekerjaan saat mendaftar, serta dalam kondisi sehat jasmani dan rohani. Kriteria ini dirancang untuk memprioritaskan mereka yang paling membutuhkan dukungan.

Meskipun bekerja di bawah program Pemprov DKI Jakarta, para peserta akan dipekerjakan melalui pihak ketiga atau pelaksana yang ditunjuk pada masing-masing kegiatan. Penting untuk dicatat bahwa pekerjaan ini bukan merupakan bagian dari skema pengangkatan pegawai tetap di lingkungan Pemprov DKI Jakarta maupun Perusahaan Jasa Lingkungan Jakarta (PJLP). Ini menegaskan bahwa program ini bersifat bantuan sementara dan berfokus pada penciptaan lapangan kerja jangka pendek.

Penyelenggaraan program padat karya ini diharapkan dapat memberikan kontribusi signifikan dalam mengurangi angka pengangguran dan memberikan jaring pengaman sosial bagi keluarga yang terdampak kondisi ekonomi. Antusiasme yang tinggi dari masyarakat menunjukkan bahwa kebutuhan akan program semacam ini sangat dirasakan. Pemprov DKI Jakarta berkomitmen untuk terus mengevaluasi dan mengembangkan program serupa guna menciptakan Jakarta yang lebih berdaya saing dan tangguh secara ekonomi bagi seluruh warganya.

Baca Juga

Tags

Menjadi Sorotan

View All