Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Real Estat Indonesia (REI) melalui Badan Pertimbangan Organisasi (BPO) REI kembali menggelar pertemuan silaturahmi. Acara yang diselenggarakan untuk kedua kalinya ini mengumpulkan para senior REI bersama jajaran pengurus DPP REI. Fokus utama pertemuan adalah untuk memperkuat soliditas organisasi serta mencari solusi atas berbagai hambatan yang kini tengah dihadapi industri properti nasional.
Pertemuan yang berlangsung pada hari Senin, 13 Mei 2024, ini dihadiri oleh sejumlah tokoh senior REI yang memiliki pengalaman luas dalam industri properti. Turut hadir pula Ketua Umum DPP REI, Bapak Joko Suranto, beserta jajaran pengurus lainnya. Suasana keakraban dan diskusi konstruktif mewarnai jalannya acara yang bertempat di Jakarta.
Salah satu isu krusial yang menjadi sorotan utama dalam pertemuan tersebut adalah gangguan regulasi. Para senior dan pengurus sepakat bahwa regulasi yang tumpang tindih atau belum jelas menjadi salah satu kendala terbesar yang menghambat laju pertumbuhan sektor properti. Hal ini tidak hanya berdampak pada pengembang tetapi juga pada calon konsumen dan investor.
Bapak Setyo Andy, selaku Ketua BPO REI, dalam sambutannya menekankan pentingnya sinergi antara para senior dan pengurus aktif. “Pertemuan ini adalah momen berharga untuk kita saling bertukar pikiran dan pengalaman. Para senior REI telah melalui berbagai fase industri, dan masukan mereka sangat krusial dalam merumuskan langkah strategis ke depan,” ujar Bapak Setyo Andy. Beliau menambahkan bahwa BPO REI berkomitmen untuk memfasilitasi dialog yang produktif demi kemajuan industri properti.
Joko Suranto, Ketua Umum DPP REI, turut mengapresiasi inisiatif BPO REI dalam menggelar pertemuan rutin ini. Beliau menyatakan, “Soliditas di internal REI adalah kunci utama kita dalam menghadapi tantangan eksternal. Dengan bersatu dan memiliki pemahaman yang sama, kita akan lebih kuat dalam menyuarakan aspirasi dan mencari solusi bersama terhadap permasalahan yang ada.” Joko Suranto juga menyoroti perlunya adaptasi terhadap perubahan zaman dan teknologi dalam pengembangan properti agar tetap relevan dan kompetitif.
Diskusi yang mengemuka dalam pertemuan tersebut mencakup berbagai aspek, mulai dari perizinan, pembiayaan, hingga isu-isu terkait tata ruang dan lingkungan. Para peserta berbagi pandangan dan usulan konkret yang diharapkan dapat menjadi masukan berharga bagi pemerintah dalam penyempurnaan kebijakan di sektor properti. Dengan adanya forum seperti ini, diharapkan berbagai kendala regulasi dapat diidentifikasi secara mendalam dan solusi yang efektif dapat dirumuskan secara kolektif oleh seluruh pemangku kepentingan.
