PT Asuransi Angkatan Bersenjata Republik Indonesia (Asabri) mengambil langkah strategis untuk meningkatkan pemberdayaan prajurit Tentara Nasional Indonesia (TNI) yang memiliki status disabilitas. Inisiatif ini berfokus pada peningkatan kompetensi digital, sebagai upaya nyata untuk mendorong kemandirian dan produktivitas mereka.
Asabri menyadari pentingnya akses digital bagi semua prajurit, termasuk mereka yang memiliki keterbatasan fisik. Melalui program ini, Asabri bertujuan untuk membekali prajurit disabilitas dengan keterampilan yang relevan di era digital, membuka peluang baru bagi pengembangan diri dan kontribusi mereka.
Direktur Utama Asabri, Wahyu Supriyanto, dalam keterangan resminya pada Kamis, 21 Maret 2024, menekankan komitmen perusahaan untuk mendukung kesejahteraan prajurit. “Kami berkomitmen untuk terus memberikan dukungan dan memastikan bahwa seluruh prajurit TNI, termasuk yang memiliki disabilitas, memiliki kesempatan yang sama untuk berkembang dan berkontribusi secara optimal,” ujar Wahyu Supriyanto.
Kegiatan pemberdayaan ini mencakup berbagai pelatihan dan workshop yang dirancang khusus untuk memenuhi kebutuhan prajurit disabilitas. Materi yang diberikan meliputi penguasaan dasar-dasar teknologi informasi, penggunaan aplikasi perkantoran, hingga pemanfaatan platform digital untuk berbagai keperluan.
Melalui peningkatan literasi digital ini, Asabri berharap para prajurit disabilitas dapat lebih aktif dalam berbagai kegiatan, baik profesional maupun personal. Hal ini diharapkan dapat menumbuhkan rasa percaya diri, meningkatkan kualitas hidup, dan membuka pintu kesempatan yang lebih luas di masa depan, sejalan dengan semangat inklusivitas yang digaungkan oleh Asabri.
