Thursday, 27 August 2026
BREAKING
DUNIA

Longsoran Gletser Diduga Jadi Pemicu Banjir Dahsyat Nepal-Tibet

Oleh Rini Widiyarti August 27, 2026 53 minutes lalu 0 komentar

Para ilmuwan meyakini longsoran gletser menjadi penyebab utama banjir dahsyat yang melanda Nepal dan Tibet baru-baru ini. Peristiwa ini semakin menyoroti kekhawatiran mendesak terkait mencairnya lapisan es di Himalaya yang semakin cepat.

Banjir bandang yang terjadi pada 4 Mei 2024 ini menyebabkan kerusakan parah dan hilangnya nyawa. Analisis awal yang dilakukan oleh tim peneliti menunjukkan bahwa runtuhnya sebagian gletser di pegunungan Himalaya merupakan pemicu utama terjadinya bencana ekologis tersebut. Hal ini menggarisbawahi kerentanan kawasan Himalaya terhadap perubahan iklim.

Menurut laporan yang dirilis oleh International Centre for Integrated Mountain Development (ICIMOD), longsoran gletser tersebut diperkirakan terjadi di bagian hulu aliran sungai. Longsoran ini kemudian memicu gelombang air dan puing-puing yang sangat besar, yang dikenal sebagai glacial lake outburst flood (GLOF). Gelombang masif ini menghantam wilayah Nepal dan terus merambat hingga ke Tibet, menyebabkan kehancuran di sepanjang jalur aliran sungai.

Dr. Phanindramani Pokharel, seorang glasiolog dari ICIMOD, menyatakan, “Kami menemukan bukti kuat adanya longsoran gletser yang signifikan di wilayah pegunungan. Ini adalah fenomena yang semakin sering terjadi akibat pemanasan global.” Ia menambahkan bahwa insiden seperti ini dapat menimbulkan dampak destruktif yang luar biasa, baik dari segi fisik maupun ekologis.

Penyelidikan lebih lanjut masih terus dilakukan untuk menentukan ukuran pasti dari gletser yang runtuh dan volume air yang terlepas. Namun, para ilmuwan sepakat bahwa peristiwa ini menjadi pengingat nyata akan konsekuensi nyata dari perubahan iklim di salah satu kawasan paling sensitif di dunia. Peningkatan suhu global telah mempercepat laju pencairan gletser di Himalaya, meningkatkan risiko terjadinya GLOF dan bencana serupa di masa depan.

Pemerintah Nepal dan Tiongkok (yang meliputi wilayah Tibet) dilaporkan telah mengerahkan tim penyelamat dan bantuan untuk menangani korban serta membersihkan puing-puing. Namun, upaya jangka panjang untuk mitigasi risiko dan adaptasi terhadap dampak perubahan iklim di wilayah pegunungan ini menjadi semakin krusial.

Bagikan: Facebook X WhatsApp