Ibu kota Guinea, Conakry, digemparkan oleh tragedi memilukan pada Minggu (23/8) ketika Tempat Pembuangan Akhir (TPA) di wilayah tersebut longsor. Peristiwa nahas ini terjadi akibat hujan deras yang mengguyur kawasan itu, menyebabkan ratusan ton sampah dan material lain bergeser. Akibatnya, setidaknya 30 orang dilaporkan tewas tertimbun.
Petugas penyelamat segera dikerahkan ke lokasi kejadian untuk melakukan upaya pencarian dan evakuasi. Kondisi medan yang sulit dan tumpukan sampah yang tidak stabil menjadi tantangan besar dalam operasi ini. Tim gabungan berjuang keras mengais puing-puing, berharap menemukan korban selamat di antara reruntuhan.
Pihak berwenang setempat menyatakan bahwa hujan ekstrem yang melanda wilayah itu menjadi pemicu utama longsornya TPA. Tingginya curah hujan membuat struktur sampah menjadi rapuh dan tidak stabil, yang kemudian ambruk secara tiba-tiba. Insiden ini menyoroti kerentanan infrastruktur pengelolaan sampah di daerah perkotaan, terutama saat menghadapi bencana alam.
Korban tewas yang teridentifikasi sejauh ini adalah warga yang tinggal di sekitar TPA atau mereka yang berprofesi sebagai pemulung. Banyak dari mereka mencari nafkah di area tersebut, mengais barang-barang bekas yang bisa dijual kembali. Tragedi ini meninggalkan duka mendalam bagi keluarga korban dan masyarakat Conakry.
Pemerintah Guinea berjanji akan melakukan investigasi menyeluruh untuk mengetahui penyebab pasti kejadian ini dan mengevaluasi sistem pengelolaan TPA yang ada. Langkah-langkah pencegahan dan perbaikan infrastruktur diharapkan dapat segera diambil untuk mencegah terulangnya bencana serupa di masa mendatang. Bantuan dari berbagai pihak juga mulai mengalir untuk meringankan beban para korban dan keluarga yang ditinggalkan.
