Saturday, 25 July 2026
BREAKING
LIFESTYLE

Kesehatan Emosional Kunci Otak Menua Sehat, Bukan Sekadar Diet

Oleh Muzairi M July 25, 2026 1 hour lalu 0 komentar

Sebuah perspektif baru mengenai penuaan otak yang sehat muncul dari kalangan ahli neurologi, menekankan bahwa faktor emosional memegang peranan krusial, melampaui sekadar disiplin diet dan olahraga. Meskipun kedua aspek tersebut memang berkontribusi positif bagi fungsi kognitif, fokus utama kini digeser pada pengelolaan kesehatan emosional sebagai pilar utama.

Dr. Amira Hassan, seorang neurolog terkemuka, menjelaskan bahwa pengalaman emosional yang positif dan kemampuan mengelola stres secara efektif dapat memberikan dampak signifikan pada kesehatan otak jangka panjang. “Kita sering kali terfokus pada nutrisi dan aktivitas fisik, yang tentu saja penting. Namun, dampak stres kronis dan emosi negatif yang tidak terkelola terhadap struktur dan fungsi otak tidak bisa diabaikan,” ujar Dr. Hassan dalam sebuah seminar yang diselenggarakan pada 15 Mei 2023.

Menurut penelitian yang dipresentasikan dalam seminar tersebut, individu yang memiliki tingkat stres tinggi dan kesulitan mengelola emosi cenderung mengalami penurunan fungsi kognitif lebih cepat. Hal ini dikaitkan dengan pelepasan hormon stres seperti kortisol yang berlebihan, yang dalam jangka panjang dapat merusak sel-sel saraf di area otak yang bertanggung jawab untuk memori dan pembelajaran, seperti hipokampus.

Dr. Hassan menambahkan bahwa membangun koneksi sosial yang kuat dan menjaga hubungan interpersonal yang positif juga merupakan komponen penting dalam menjaga kesehatan otak. Interaksi sosial yang bermakna dapat merangsang otak, mengurangi perasaan kesepian, dan memberikan dukungan emosional yang sangat dibutuhkan.

“Interaksi sosial yang berkualitas dapat menjadi ‘latihan’ bagi otak kita. Selain itu, rasa memiliki dan dukungan dari orang lain adalah kebutuhan emosional mendasar yang secara tidak langsung melindungi otak kita dari dampak negatif stres,” jelasnya. Ia juga menyoroti pentingnya aktivitas yang memberikan kebahagiaan dan kepuasan, seperti menekuni hobi atau kegiatan relaksasi.

Para ahli sepakat bahwa pendekatan holistik sangat diperlukan. Mengintegrasikan strategi pengelolaan stres, pembinaan hubungan sosial yang sehat, dan menjaga keseimbangan emosional ke dalam rutinitas harian, di samping pola makan bergizi dan olahraga teratur, akan menciptakan fondasi yang kokoh untuk penuaan otak yang sehat dan berkualitas.

Bagikan: Facebook X WhatsApp