Kementerian Luar Negeri Republik Indonesia (Kemlu RI) tengah berupaya keras mengumpulkan data Warga Negara Indonesia (WNI) yang kemungkinan berada di wilayah Nepal dan China, menyusul terjadinya banjir bandang dahsyat di kedua negara tersebut. Fokus utama saat ini adalah mengidentifikasi para pendaki yang mungkin sedang melakukan aktivitas di pegunungan Himalaya yang terdampak bencana.
Upaya pendataan ini melibatkan koordinasi intensif dengan berbagai pihak. Kemlu RI secara aktif menjalin komunikasi dengan agen perjalanan yang memiliki klien di wilayah terdampak, serta pemerintah Nepal. Langkah ini krusial untuk memastikan keselamatan dan keberadaan WNI yang diduga berada di area rawan bencana, khususnya mereka yang beraktivitas mendaki Gunung Himalaya.
Belum ada informasi pasti mengenai jumlah WNI yang terdampak bencana banjir di Nepal dan China. Namun, Kemlu RI menegaskan komitmennya untuk terus memantau situasi dan memberikan bantuan yang diperlukan. “Kami sedang melakukan pendataan, berkoordinasi dengan agen perjalanan dan pemerintah Nepal,” ujar Direktur Perlindungan WNI dan Badan Hukum Indonesia Kemlu RI, Judha Nugraha, dalam keterangan pers pada Selasa, 23 Juli 2024.
Banjir bandang yang melanda wilayah perbatasan Nepal dan China tersebut menyebabkan kerusakan signifikan dan menimbulkan kekhawatiran akan keselamatan para pendaki, termasuk WNI. Pihak Kemlu RI terus mengimbau agar WNI yang berencana atau sedang melakukan pendakian di wilayah Himalaya untuk selalu waspada dan melaporkan keberadaan mereka kepada perwakilan RI terdekat jika memungkinkan.
Fokus pendataan ini sangat penting mengingat medan pegunungan yang sulit dijangkau dan potensi terputusnya jalur komunikasi akibat bencana. Kemlu RI berjanji akan terus memberikan perkembangan informasi terbaru seiring dengan diperolehnya data yang lebih akurat mengenai WNI yang mungkin terdampak banjir Himalaya.
