Thursday, 27 August 2026
BREAKING
DUNIA

Banjir Bandang Melanda Perbatasan Nepal-Tibet, Ratusan Hilang dan Kerugian Besar

Oleh Rini Widiyarti August 27, 2026 57 minutes lalu 0 komentar

Sebuah video yang diedit oleh BBC menampilkan skala kehancuran akibat banjir bandang dahsyat yang melanda perbatasan Nepal dan Tibet. Peristiwa tragis ini dilaporkan telah menyebabkan ratusan orang hilang dan menimbulkan kerugian materiil yang sangat besar di kedua wilayah tersebut.

Banjir bandang yang terjadi pada Sabtu (15/6/2024) ini dipicu oleh meningkatnya volume air di Sungai Koshi, yang mengalir melintasi kedua negara. Otoritas setempat masih melakukan upaya pencarian dan penyelamatan terhadap para korban yang dilaporkan hilang.

Menurut laporan awal, banjir bandang ini telah menghanyutkan ratusan rumah, merusak infrastruktur vital seperti jembatan dan jalan raya, serta mengganggu pasokan listrik dan komunikasi di wilayah terdampak. Pemerintah Nepal dan Tiongkok telah mengerahkan tim SAR gabungan untuk mengevakuasi warga dan memberikan bantuan darurat.

Seorang saksi mata yang enggan disebutkan namanya menceritakan kengerian saat banjir datang. “Air datang begitu cepat, kami tidak sempat menyelamatkan apa pun. Banyak tetangga kami yang hilang terseret arus,” ujarnya dengan nada pilu.

Video yang beredar menunjukkan pemandangan mengerikan dengan arus air yang deras menghancurkan apa saja yang dilewatinya. Bangunan-bangunan roboh seketika, kendaraan terseret, dan puing-puing berserakan di sepanjang bantaran sungai. Beberapa rekaman juga memperlihatkan upaya penyelamatan yang dilakukan oleh tim gabungan, namun besarnya skala bencana membuat upaya tersebut terasa sangat berat.

Pihak berwenang masih terus melakukan pendataan jumlah korban jiwa dan kerugian yang dialami. Fokus utama saat ini adalah menemukan para korban yang hilang dan memberikan pertolongan kepada mereka yang selamat. Bantuan logistik seperti makanan, air bersih, dan tenda darurat terus disalurkan ke lokasi bencana.

Pemerintah Nepal telah menyatakan status siaga bencana di beberapa wilayah yang paling parah terdampak. Koordinasi antarlembaga dan bantuan internasional diharapkan dapat membantu proses pemulihan pasca-bencana ini. Para ahli juga tengah mengkaji penyebab pasti meningkatnya volume air Sungai Koshi yang memicu banjir bandang kali ini, dengan dugaan awal terkait dengan perubahan iklim dan curah hujan ekstrem.

Bagikan: Facebook X WhatsApp