Thursday, 27 August 2026
BREAKING
DUNIA

Banjir Bandang Nepal-Tibet: Longsor Danau Berapi Diduga Jadi Pemicu Utama

Oleh Rini Widiyarti August 27, 2026 53 minutes lalu 0 komentar

Banjir bandang dahsyat yang melanda Nepal dan Tibet telah merenggut nyawa sedikitnya 270 orang, dengan lebih dari 800 lainnya masih dilaporkan hilang. Peristiwa tragis ini diperkirakan dipicu oleh longsoran di danau yang terbentuk akibat letusan gunung berapi, sebuah fenomena yang dikenal sebagai Glacial Lake Outburst Flood (GLOF).

Peristiwa ini terjadi pada tanggal 22 September 2024, ketika dinding es di Danau Imja, yang terletak di Pegunungan Everest, Tibet, runtuh secara tiba-tiba. Longsoran tersebut memicu gelombang air raksasa yang mengalir deras ke hilir, menghancurkan desa-desa dan infrastruktur di kedua wilayah.

Para ilmuwan yang mempelajari fenomena ini menyoroti bahwa perubahan iklim global telah mempercepat pencairan gletser di Himalaya. Peningkatan suhu udara menyebabkan formasi danau glasial yang lebih besar dan lebih tidak stabil. “Danau-danau ini menjadi semakin berbahaya karena dinding esnya semakin tipis dan rentan terhadap keruntuhan,” ujar Dr. Pemba Sherpa, seorang glasiolog dari Nepal Academy of Science and Technology.

Kejadian serupa pernah terjadi sebelumnya di wilayah ini, namun skala banjir kali ini dinilai paling parah dalam beberapa dekade terakhir. Laporan awal dari Badan Penanggulangan Bencana Nepal (NDRRMA) mencatat kerugian materi yang sangat besar, termasuk hilangnya rumah, lahan pertanian, dan jembatan vital yang menghubungkan beberapa daerah terpencil.

Tim penyelamat gabungan dari Nepal dan Tiongkok masih terus berupaya mencari korban selamat di tengah puing-puing dan kondisi medan yang sulit. Upaya pencarian terkendala oleh cuaca buruk dan medan yang berbahaya. “Kami mengerahkan seluruh sumber daya yang ada, namun skala bencana ini membutuhkan waktu dan upaya ekstra,” kata juru bicara NDRRMA.

Pemerintah Nepal dan Tiongkok telah mengumumkan paket bantuan darurat untuk para korban. Selain itu, para ahli lingkungan dan ilmuwan akan terus memantau kondisi danau-danau glasial lainnya di wilayah Himalaya untuk mencegah bencana serupa di masa depan. Edukasi kepada masyarakat lokal mengenai risiko GLOF juga menjadi prioritas untuk meningkatkan kesiapsiagaan.

Bagikan: Facebook X WhatsApp