Kantor pusat Starbucks di Korea Selatan menjadi sasaran penggeledahan oleh pihak kepolisian menyusul kontroversi yang timbul dari iklan “Tank Day”. Penggeledahan ini dilakukan pada Kamis (10/8) dan berakar pada dugaan pelanggaran yang terkait dengan peresmian gerai baru yang bertepatan dengan peringatan Hari Gerakan Demokratisasi.
Sumber kepolisian mengungkapkan bahwa Badan Kepolisian Metropolitan Seoul melakukan penggeledahan di kantor pusat Starbucks Korea yang berlokasi di Seoul. Tindakan ini diambil setelah adanya laporan dan penyelidikan awal terkait promosi yang dianggap sensitif dan tidak pantas.
Kontroversi bermula dari promosi “Tank Day” yang diluncurkan oleh Starbucks Korea. Pihak yang berwenang mencurigai bahwa promosi tersebut dilakukan secara sengaja bertepatan dengan Hari Gerakan Demokratisasi, yang diperingati setiap tanggal 10 Juni di Korea Selatan. Tanggal ini memiliki makna historis penting bagi perjuangan demokrasi di negara tersebut.
Meskipun tidak ada kutipan langsung yang diberikan dalam sumber asli terkait pernyataan spesifik dari pihak kepolisian atau Starbucks mengenai tujuan penggeledahan, penekanan pada “dugaan pelanggaran” dan “promosi yang sensitif” mengindikasikan adanya kekhawatiran bahwa perusahaan mungkin telah mengabaikan sensitivitas historis dan kepekaan publik terkait peringatan penting tersebut.
Perlu dicatat bahwa Hari Gerakan Demokratisasi adalah momen pengingat bagi rakyat Korea Selatan tentang perjuangan mereka melawan rezim otoriter dan pentingnya nilai-nilai demokrasi. Oleh karena itu, asosiasi yang dianggap keliru atau tidak sensitif terhadap tanggal tersebut dapat memicu kemarahan publik dan reaksi keras, seperti yang terlihat dalam kasus ini.
Penggeledahan yang dilakukan oleh Badan Kepolisian Metropolitan Seoul ini diharapkan dapat mengumpulkan bukti-bukti yang diperlukan untuk memperjelas duduk perkara dan menentukan apakah ada unsur pelanggaran hukum atau etika yang dilakukan oleh Starbucks Korea dalam peluncuran promosi “Tank Day”. Hasil penyelidikan lebih lanjut akan menentukan langkah-langkah selanjutnya yang akan diambil oleh pihak berwenang.
