Distrik Serian di Sarawak, Malaysia, telah resmi dinyatakan dalam status darurat akibat pekatnya kabut asap yang berasal dari kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Indonesia. Keputusan ini diambil oleh pemerintah Malaysia menyusul memburuknya kualitas udara di wilayah tersebut yang berdampak langsung pada kesehatan masyarakat.
Pernyataan status darurat ini disampaikan langsung oleh Menteri Sumber Daya Alam dan Lingkungan Hidup Malaysia, Dato’ Sri Wan Junaidi Tuanku Jaafar. Menurutnya, keputusan tersebut diambil berdasarkan data Indeks Pencemaran Udara (IPU) yang terus meningkat di Serian. Ia juga mengonfirmasi bahwa kabut asap yang menyelimuti Serian mayoritas berasal dari titik api di Indonesia.
“Kami terpaksa mengisytiharkan Darurat Asap di Serian kerana keadaan IPU yang semakin teruk, dan ia berpunca dari kebakaran hutan dan tanah gambut di negara jiran,” ujar Dato’ Sri Wan Junaidi dalam sebuah pernyataan pers yang dirilis pada hari Selasa, 20 September 2016. Ia menambahkan bahwa kondisi ini telah berlangsung selama beberapa waktu dan terus memburuk.
Lebih lanjut, Dato’ Sri Wan Junaidi menjelaskan bahwa dampak kabut asap ini sangat terasa di Serian, bahkan menurut pantauan pihaknya, kualitas udara di sana telah mencapai level berbahaya. “Jika keadaan IPU mencecah tahap berbahaya, memang patutlah diisytiharkan darurat,” tegasnya. Ia juga mengemukakan bahwa pihaknya telah melakukan berbagai upaya pencegahan dan pemadaman di sisi Malaysia, namun sumber utama asap tetap berada di luar wilayahnya.
Kondisi darurat ini diharapkan dapat mempercepat koordinasi dan penanganan lebih lanjut, baik secara internal di Malaysia maupun dalam upaya bersama dengan Indonesia untuk mengatasi akar permasalahan karhutla. Langkah ini juga menjadi penanda seriusnya dampak lintas batas dari bencana lingkungan yang terjadi di Indonesia.
