Thursday, 3 September 2026
BREAKING
DUNIA

Kabut Asap Beracun Landa Asia Tenggara Akibat El Niño ‘Super’

Oleh Rini Widiyarti September 3, 2026 1 hour lalu 0 komentar

Jutaan warga Asia Tenggara terpapar kabut asap beracun yang kian pekat, dipicu oleh fenomena El Niño yang semakin menguat. Kondisi ini telah menimbulkan dampak serius, terutama pada kesehatan anak-anak, dengan lebih dari 12.000 di antaranya dilaporkan mengalami masalah pernapasan.

Kualitas udara memburuk secara drastis di berbagai negara di kawasan tersebut, menciptakan ancaman kesehatan publik yang signifikan. Asap yang berasal dari kebakaran hutan dan lahan (karhutla) ini telah menyelimuti kota-kota besar dan daerah pedesaan, mengganggu aktivitas sehari-hari dan menimbulkan kekhawatiran mendalam.

Pemerintah di negara-negara terdampak telah mengaktifkan berbagai langkah mitigasi, termasuk peringatan kesehatan, penutupan sekolah, dan upaya pemadaman kebakaran. Namun, skala kebakaran yang meluas dan intensitas El Niño yang tinggi membuat penanganan menjadi tantangan berat.

Dampak kesehatan menjadi perhatian utama. Data yang dihimpun menunjukkan peningkatan signifikan kasus penyakit pernapasan, terutama pada kelompok rentan seperti anak-anak dan lansia. Otoritas kesehatan terus mengimbau masyarakat untuk mengurangi aktivitas di luar ruangan dan menggunakan masker pelindung.

El Niño, yang dikenal dengan periode kekeringan ekstrem, menjadi faktor pemicu utama meluasnya karhutla. Suhu udara yang lebih tinggi dan curah hujan yang minim menciptakan kondisi ideal bagi api untuk menyebar dengan cepat dan sulit dikendalikan. Intensitas fenomena ini kali ini dikategorikan sebagai ‘super’ oleh para ilmuwan, memperparah situasi di lapangan.

Penyebaran asap lintas batas juga menjadi isu penting. Kabut asap tidak mengenal batas negara, sehingga upaya penanganan memerlukan kerja sama regional yang kuat. Berbagai forum diskusi dan pertemuan tingkat menteri telah digelar untuk mencari solusi bersama dalam mengatasi krisis asap ini.

Para ahli lingkungan menyerukan tindakan pencegahan jangka panjang, termasuk pengelolaan lahan yang berkelanjutan dan penegakan hukum yang tegas terhadap pelaku pembakaran. Mereka menekankan bahwa penanganan karhutla bukan hanya tanggung jawab satu negara, melainkan komitmen bersama untuk menjaga kelestarian lingkungan dan kesehatan masyarakat di Asia Tenggara.

Bagikan: Facebook X WhatsApp