Friday, 24 July 2026
BREAKING
BERITA

Jepang Ungkap Potensi Sumber Daya Laut di Dekat Pulau Minamitori, China Pantau Ketat

Oleh Emanuel July 24, 2026 1 hour lalu 0 komentar

Jepang mengumumkan penemuan potensi sumber daya mineral berharga di dasar laut dekat Pulau Minamitori, sebuah wilayah terpencil di Samudera Pasifik. Penemuan ini, yang diungkapkan oleh Kementerian Lingkungan Hidup Jepang pada Senin (18/3/2024), berpotensi menjadi ‘harta karun’ baru bagi dunia, namun juga menimbulkan perhatian dari negara-negara tetangga, termasuk China.

Pulau Minamitori, yang terletak sekitar 1.700 kilometer selatan Tokyo, menjadi lokasi penelitian yang intensif. Tim peneliti Jepang berhasil mengebor sedimen dasar laut dan menemukan sejumlah besar nodul polimetalik. Nodul-nodul ini diperkirakan mengandung mineral langka seperti kobalt, nikel, tembaga, dan unsur tanah jarang (rare earth elements) yang sangat penting untuk industri teknologi tinggi, termasuk kendaraan listrik dan elektronik.

Menurut laporan yang dirilis, terdapat potensi deposit mineral yang sangat besar. “Diperkirakan terdapat 1,1 juta ton kobalt, 1,1 juta ton nikel, dan 1,4 juta ton tembaga di wilayah tersebut,” demikian pernyataan Kementerian Lingkungan Hidup Jepang. Angka ini menunjukkan bahwa cadangan tersebut cukup untuk memenuhi kebutuhan global selama bertahun-tahun, menjadikan penemuan ini sangat signifikan.

Tim peneliti juga menemukan lumpur dasar laut yang kaya akan unsur tanah jarang. “Kami mengidentifikasi potensi deposit lumpur dasar laut yang kaya akan unsur tanah jarang, termasuk neodymium dan dysprosium, yang merupakan komponen penting dalam magnet yang digunakan pada turbin angin dan kendaraan listrik,” jelas Kementerian Lingkungan Hidup Jepang dalam pengumumannya.

Penemuan ini terjadi di tengah ketegangan geopolitik yang meningkat terkait akses terhadap sumber daya mineral. China, sebagai salah satu produsen utama unsur tanah jarang dunia, diprediksi akan memantau perkembangan ini dengan seksama. Kemampuan Jepang untuk mengeksploitasi sumber daya ini secara komersial dapat mengubah peta persaingan global dalam penyediaan mineral kritis.

Kementerian Lingkungan Hidup Jepang menekankan bahwa penelitian lebih lanjut masih diperlukan untuk menentukan kelayakan ekonomi penambangan skala besar. Namun, hasil awal ini sudah cukup untuk menempatkan Jepang sebagai pemain potensial dalam pasar sumber daya laut di masa depan. Langkah selanjutnya akan melibatkan evaluasi dampak lingkungan dan pengembangan teknologi penambangan yang berkelanjutan.

Bagikan: Facebook X WhatsApp