Thursday, 13 August 2026
BREAKING
DUNIA

Jepang Protes Keras Kunjungan Putin ke Kepulauan Kuril yang Disengketakan

Oleh Rini Widiyarti August 13, 2026 58 minutes lalu 0 komentar

Tokyo, Jepang – Jepang melayangkan protes keras menyusul kunjungan Presiden Rusia Vladimir Putin ke Kepulauan Kuril, yang diklaim oleh Tokyo sebagai wilayahnya sendiri. Kunjungan ini menandai kali pertama Putin menjejakkan kaki di gugusan pulau yang disengketakan tersebut, sebagaimana dilaporkan oleh media pemerintah Rusia.

Pemerintah Jepang menyatakan kekecewaan mendalam atas langkah Putin. Juru Bicara Pemerintah Jepang, Hirokazu Matsuno, menegaskan kembali posisi Tokyo terkait kedaulatan atas empat pulau di selatan Kuril, yang secara historis dikenal sebagai Wilayah Utara Jepang. “Kunjungan Presiden Putin ke Wilayah Utara merupakan tindakan yang tidak dapat diterima dan sangat disesalkan,” ujar Matsuno dalam sebuah pernyataan pers pada Selasa, 26 Desember 2023.

Kunjungan Putin ke Pulau Iturup, salah satu dari empat pulau yang disengketakan, terjadi pada Senin, 25 Desember 2023. Selama kunjungannya, Putin dilaporkan bertemu dengan Gubernur wilayah Sakhalin, Valery Limarenko, dan meninjau proyek-proyek pembangunan di pulau tersebut. Ia juga menyatakan komitmen Rusia untuk terus mengembangkan wilayah tersebut.

Perdana Menteri Jepang Fumio Kishida sebelumnya telah berulang kali menekankan pentingnya penyelesaian masalah kedaulatan atas Wilayah Utara. Ia berpendapat bahwa kunjungan Putin ke wilayah yang diklaim Jepang akan semakin mempersulit upaya Tokyo untuk mencapai penyelesaian damai dan berkelanjutan atas sengketa teritorial yang telah berlangsung puluhan tahun.

Hubungan antara Jepang dan Rusia telah lama diwarnai oleh perselisihan mengenai kepemilikan Kepulauan Kuril. Pasca Perang Dunia II, Uni Soviet menduduki pulau-pulau tersebut, sebuah tindakan yang tidak pernah diterima oleh Jepang. Sengketa ini telah menghalangi kedua negara untuk menandatangani perjanjian damai pasca-perang.

Jepang berencana untuk terus menyampaikan protesnya kepada Rusia melalui jalur diplomatik. Tokyo berharap agar Moskow dapat memahami dan menghormati posisi Jepang terkait sengketa wilayah ini, demi terjalinnya hubungan bilateral yang lebih baik di masa depan.

Bagikan: Facebook X WhatsApp