Sunday, 16 August 2026
BREAKING
DUNIA

Israel Bombardir Lebanon Selatan, 9 Tewas di Tengah Gencatan Senjata

Oleh Heni Maulidya August 16, 2026 1 hour lalu 0 komentar

Militer Israel kembali melancarkan serangan udara ke wilayah Lebanon selatan pada Rabu (12/6/2024), menewaskan sedikitnya sembilan orang, termasuk anak-anak. Serangan ini terjadi di tengah upaya gencatan senjata yang sedang berlangsung, menimbulkan keprihatinan internasional atas eskalasi konflik yang semakin memburuk.

Serangan terbaru ini dilaporkan menyasar beberapa daerah di Lebanon selatan, memicu respons cepat dari pihak militer Israel yang menyatakan bahwa serangan tersebut merupakan balasan atas tembakan roket dari wilayah Lebanon. Juru bicara militer Israel menyatakan, “Kami merespons serangan yang diluncurkan dari Lebanon.” Namun, rincian spesifik mengenai lokasi dan waktu serangan balasan Israel belum sepenuhnya terkonfirmasi.

Di sisi lain, Hizbullah mengonfirmasi bahwa salah satu komandan seniornya, Taleb Abdullah, tewas dalam serangan Israel di Jouaiyya, Lebanon selatan. Hizbullah kemudian mengumumkan akan membalas kematian Abdullah. Korban tewas lainnya dilaporkan berasal dari keluarga yang sama, menambah duka mendalam bagi masyarakat di wilayah tersebut. Laporan dari sumber lokal menyebutkan bahwa serangan Israel juga merusak sejumlah rumah dan infrastruktur sipil.

Ketegangan antara Israel dan Hizbullah telah meningkat sejak 7 Oktober 2023, menyusul serangan Hamas ke Israel. Sejak itu, baku tembak lintas batas telah menjadi kejadian rutin, namun eskalasinya semakin terasa dalam beberapa pekan terakhir. PBB dan berbagai negara telah menyerukan diakhirinya kekerasan dan mendesak semua pihak untuk menahan diri demi mencegah perang yang lebih luas di kawasan tersebut.

Situasi kemanusiaan di Lebanon selatan dilaporkan semakin memburuk akibat serangan yang terus-menerus. Ribuan warga terpaksa mengungsi dari rumah mereka, mencari tempat yang lebih aman dari gempuran militer. Bantuan kemanusiaan juga dilaporkan mengalami hambatan akibat kondisi keamanan yang tidak stabil. Para pengamat khawatir bahwa konflik ini dapat menarik negara-negara lain di kawasan untuk terlibat, memperburuk krisis yang sudah ada.

Bagikan: Facebook X WhatsApp