Teheran menghentikan sementara aksi balasan terhadap Amerika Serikat, menyusul sinyal positif dari Presiden Donald Trump yang membuka kemungkinan negosiasi. Keputusan ini diambil setelah Iran melancarkan serangan rudal ke dua pangkalan militer AS di Irak pada Rabu (8/1/2020) dini hari.
Serangan Iran tersebut merupakan respons atas tewasnya Mayor Jenderal Qasem Soleimani dalam serangan drone AS di Baghdad pada Jumat (3/1/2020). Namun, Trump melalui akun Twitter-nya menyatakan bahwa serangan Iran “tampaknya tidak membahayakan jiwa siapa pun.” Ia juga menambahkan, “Semua kami mendengarkan dengan tenang. Kami akan membuat pernyataan segera.” Pernyataan ini diinterpretasikan oleh Iran sebagai isyarat pembukaan dialog.
Menteri Luar Negeri Iran Mohammad Javad Zarif mengonfirmasi penghentian sementara tersebut. “Berdasarkan laporan dari Komando Angkatan Bersenjata Republik Islam Iran, kami telah menghentikan serangan proporsional kami terhadap target-target AS di Irak,” ujar Zarif di akun Twitter-nya, dikutip dari Reuters. Ia juga menambahkan, “Kami tidak mencari eskalasi atau perang, tetapi kami akan membela diri kami dari agresi apa pun.”
Pernyataan Zarif ini selaras dengan pidato Trump yang mengatakan bahwa AS akan “segera” mengambil langkah baru. Trump juga mengindikasikan bahwa sanksi ekonomi yang telah dijatuhkan AS terhadap Iran akan tetap berlaku. “Amerika Serikat akan segera membuat pernyataan yang sangat kuat mengenai sanksi-sanksi yang menjerat Iran,” tulis Trump di Twitter.
Sebelumnya, Iran menembakkan lebih dari selusin rudal balistik ke Pangkalan Udara Al-Asad dan pangkalan militer di Erbil, Irak. Juru Bicara Korps Garda Revolusi Islam (IRGC) Brigadir Jenderal Ramezan Sharif menyatakan bahwa serangan itu menewaskan 80 “teroris Amerika.” Namun, klaim ini belum terverifikasi secara independen dan Gedung Putih belum mengonfirmasi adanya korban jiwa.
Ketegangan antara AS dan Iran meningkat tajam setelah Iran melancarkan serangan rudal tersebut. Dunia internasional mengamati dengan cemas potensi eskalasi konflik yang lebih luas di Timur Tengah. Penghentian sementara serangan balasan oleh Iran ini memberikan sedikit ruang bagi upaya deeskalasi, meskipun situasi masih sangat dinamis.
