Korps Garda Revolusi Islam Iran (IRGC) mengklaim telah melancarkan serangan rudal balistik yang menghantam kapal induk dan kapal perusak milik Amerika Serikat pada Minggu, 6 September. Insiden yang dilaporkan terjadi di wilayah Teluk Persia ini menjadi eskalasi terbaru dalam ketegangan antara kedua negara.
Menurut laporan yang dirilis oleh IRGC, serangan tersebut menggunakan rudal balistik canggih yang dirancang untuk presisi tinggi. Keterangan yang beredar menyebutkan bahwa kedua kapal perang AS tersebut mengalami kerusakan signifikan akibat gempuran rudal.
Pihak IRGC tidak merinci lebih lanjut mengenai jenis rudal balistik yang digunakan maupun tingkat kerusakan yang dialami oleh kapal induk dan kapal perusak AS. Namun, klaim ini menegaskan kesiapan militer Iran untuk merespons apa yang mereka anggap sebagai provokasi dari pihak Amerika Serikat di kawasan strategis tersebut.
Meskipun IRGC telah mengeluarkan pernyataan resmi mengenai serangan ini, belum ada konfirmasi atau bantahan langsung dari pihak Pentagon maupun Angkatan Laut Amerika Serikat. Biasanya, respons resmi dari AS memerlukan waktu untuk verifikasi dan analisis lebih lanjut terhadap klaim yang diajukan.
Insiden ini terjadi di tengah periode ketegangan yang meningkat antara Iran dan Amerika Serikat, terutama terkait isu-isu keamanan regional dan program nuklir Iran. Serangan yang diklaim oleh IRGC ini berpotensi memicu reaksi lebih lanjut dari kedua belah pihak, sehingga meningkatkan kewaspadaan internasional terhadap stabilitas di Timur Tengah.
