Wednesday, 19 August 2026
BREAKING
DUNIA

Iran Klaim Kemenangan Perang dan Diplomasi Atas AS

Oleh Heni Maulidya August 19, 2026 1 hour lalu 0 komentar

Teheran – Menteri Luar Negeri Iran, Abbas Araghchi, menyatakan bahwa negaranya telah berhasil memenangkan pertarungan baik di medan perang maupun dalam ranah diplomasi melawan Amerika Serikat (AS). Pernyataan ini disampaikan di tengah ketegangan yang masih membayangi hubungan kedua negara.

Araghchi menyampaikan klaim kemenangan tersebut dalam sebuah kesempatan, menegaskan bahwa Iran mampu mempertahankan kedaulatannya dan kepentingannya meskipun menghadapi tekanan dari AS. Ia menggarisbawahi bahwa keberhasilan ini merupakan hasil dari strategi yang matang dan ketahanan rakyat Iran.

Klaim ini muncul sebagai respons terhadap berbagai kebijakan AS yang dinilai Iran sebagai tindakan agresif, termasuk sanksi ekonomi yang terus diberlakukan. Iran berpendapat bahwa tekanan tersebut tidak berhasil menggoyahkan stabilitas internal maupun posisi Iran di kancah internasional.

Lebih lanjut, Araghchi merinci bahwa kemenangan diplomasi dicapai melalui upaya Iran dalam mempertahankan kesepakatan nuklir, yang dikenal sebagai Joint Comprehensive Plan of Action (JCPOA). Meskipun AS telah menarik diri dari perjanjian tersebut pada Mei 2018, Iran tetap berupaya menjaga kesepakatan tersebut tetap hidup melalui negosiasi dan dialog dengan pihak-pihak yang terlibat.

“Kami telah mencapai kemenangan dalam perang dan diplomasi,” ujar Araghchi seperti dikutip oleh kantor berita Iran, IRNA. Ia menambahkan bahwa Iran telah menunjukkan ketahanan yang luar biasa dalam menghadapi berbagai tantangan.

Presiden Iran Hassan Rouhani sebelumnya juga pernah menyatakan pandangan serupa, mengklaim bahwa AS telah gagal dalam upayanya untuk mengisolasi Iran. Rouhani menekankan bahwa sanksi yang dijatuhkan AS tidak akan membawa hasil yang diinginkan oleh Washington.

Hubungan Iran dan AS memburuk secara signifikan sejak Donald Trump menjabat sebagai presiden AS, yang kemudian menarik AS dari JCPOA dan memberlakukan sanksi ekonomi yang ketat. Iran membalas dengan meningkatkan aktivitas nuklirnya dan mengambil langkah-langkah lain sebagai respons terhadap tekanan AS.

Meskipun demikian, Iran terus membuka pintu dialog dan negosiasi untuk mencari solusi damai dan mengakhiri ketegangan. Pernyataan terbaru dari Menlu Araghchi ini mencerminkan keyakinan Iran atas kemampuannya untuk bertahan dan bahkan meraih keunggulan dalam konfrontasi yang berlarut-larut dengan AS.

Bagikan: Facebook X WhatsApp