Presiden Iran, Masoud Pezeshkian, menyatakan rasa duka cita mendalam atas gempa yang melanda Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT), Indonesia. Bencana alam ini dilaporkan telah mengguncang wilayah tersebut sejak Sabtu, 15 Agustus 2024.
Dalam sebuah pernyataan resmi, Presiden Pezeshkian menyampaikan simpati kepada seluruh rakyat Indonesia, khususnya para korban dan keluarga yang terdampak langsung oleh gempa tersebut. Ia berharap agar masyarakat NTT dapat segera bangkit dari musibah ini.
Lebih lanjut, Presiden Pezeshkian menegaskan kesiapan pemerintah Iran untuk memberikan bantuan kepada Indonesia dalam upaya penanggulangan dampak gempa. Beliau menyatakan bahwa Iran siap mengirimkan bantuan jika memang dibutuhkan oleh Indonesia. Pernyataan ini menunjukkan solidaritas antarnegara dalam menghadapi bencana alam.
Pemerintah Indonesia sendiri telah mengerahkan berbagai upaya untuk menangani situasi pasca-gempa di NTT. Tim SAR gabungan terus bekerja tanpa henti untuk mencari dan menyelamatkan korban yang masih tertinggal. Pendistribusian bantuan logistik, seperti makanan, air bersih, dan tenda pengungsian, juga menjadi prioritas utama untuk meringankan beban para pengungsi.
Gempa yang berpusat di laut Flores dengan magnitudo 6,3 tersebut dilaporkan menyebabkan kerusakan pada sejumlah bangunan dan memicu kepanikan warga. Data awal menunjukkan adanya korban luka dan rumah yang rusak akibat guncangan kuat tersebut.
Respons cepat dari komunitas internasional, termasuk tawaran bantuan dari Iran, diharapkan dapat mempercepat proses pemulihan dan rekonstruksi di wilayah terdampak. Kejadian ini kembali mengingatkan pentingnya kesiapsiagaan bencana dan kerjasama antarnegara dalam menghadapi tantangan kemanusiaan.
