Risiko beberapa jenis kanker yang berkaitan dengan obesitas berpotensi dapat diturunkan melalui intervensi perilaku. Temuan ini diungkapkan berdasarkan data yang dipresentasikan dalam International Congress on Obesity.
Matthew Harris, MD, PhD, perwakilan riset dari University of Manchester di Inggris, menyoroti kekhawatiran akan peningkatan kasus kanker terkait obesitas setiap tahunnya. “Angka kanker terkait obesitas terus meningkat setiap tahun, dan strategi pencegahan harus dipertimbangkan,” ujar Harris kepada Healio. Ia menambahkan, “Saat ini kita belum memiliki bukti yang dapat diandalkan untuk menginformasikan apakah penurunan berat badan dapat mencegah kanker-kanker ini. Memahami dampak intervensi penurunan berat badan berbasis perilaku adalah langkah penting dalam merancang potensi pencegahan kanker di masa depan.”
Studi yang dipresentasikan dalam kongres tersebut mengindikasikan bahwa intervensi perilaku yang dirancang untuk membantu individu menurunkan berat badan menunjukkan hasil yang menjanjikan dalam mengurangi risiko kanker tertentu yang dipengaruhi oleh kelebihan berat badan. Meskipun mekanisme pastinya masih dalam penelitian lebih lanjut, para ilmuwan percaya bahwa perubahan gaya hidup yang berkelanjutan, yang difasilitasi oleh intervensi perilaku, dapat berkontribusi pada profil kesehatan yang lebih baik dan pada akhirnya menurunkan beban kanker.
Para peneliti menekankan bahwa obesitas merupakan faktor risiko yang signifikan untuk berbagai jenis kanker, termasuk kanker payudara, kanker usus besar, kanker ginjal, dan kanker pankreas. Dengan semakin banyaknya bukti yang menghubungkan obesitas dengan peningkatan risiko kanker, pengembangan dan implementasi intervensi yang efektif menjadi semakin krusial. Intervensi perilaku, yang fokus pada perubahan kebiasaan makan, peningkatan aktivitas fisik, dan pengelolaan stres, menawarkan pendekatan yang lebih holistik dibandingkan hanya berfokus pada penurunan berat badan semata.
Harris lebih lanjut menjelaskan bahwa penelitian ini merupakan bagian dari upaya yang lebih luas untuk memahami peran multifaset dari obesitas dalam patogenesis kanker. “Penting untuk mengidentifikasi strategi pencegahan yang dapat diakses dan efektif bagi populasi yang lebih luas. Intervensi perilaku menawarkan jalan yang menarik untuk dieksplorasi lebih lanjut dalam konteks pencegahan kanker,” pungkasnya.
