Insiden kontroversial mewarnai sesi latihan bebas Grand Prix Belanda di Sirkuit Assen pada hari Jumat, ketika pembalap Tech3 KTM, Enea Bastianini, meluapkan kekesalannya terhadap Franco Morbidelli. Bastianini mengecam gaya balap lambat Morbidelli sebagai "berbahaya" setelah terjadi insiden penghalangan yang mengganggu lap cepatnya. Peristiwa ini memicu penyelidikan dari FIM Stewards dan berujung pada penalti serius bagi Morbidelli.
Kejadian bermula saat Franco Morbidelli, pembalap VR46 Ducati, melaju lambat di Tikungan 12 Sirkuit Assen, sebuah bagian lintasan yang dikenal cepat. Morbidelli, yang kala itu tidak sedang dalam lap cepatnya, secara tidak sengaja menghalangi laju Bastianini yang sedang berupaya mencatatkan waktu terbaik. Bastianini terpaksa melakukan tindakan menghindar untuk menghindari tabrakan dengan motor satelit Ducati tersebut, yang secara langsung menggagalkan lap terbangnya.
Menanggapi insiden tersebut, FIM Stewards segera melakukan investigasi mendalam. Hasilnya, Morbidelli dijatuhi hukuman penalti mundur tiga posisi grid untuk balapan utama Grand Prix Belanda. Penalti ini akan diterapkan pada balapan hari Minggu, bukan pada sesi sprint race yang berlangsung pada hari Sabtu. Keputusan ini menggarisbawahi komitmen otoritas balap terhadap keselamatan dan keadilan di lintasan.
Bastianini tidak menyembunyikan kekesalannya atas insiden tersebut. "Saya tidak terlalu senang dengan gaya balap Morbidelli, dan setiap kali dia lambat di lintasan, selalu seperti itu," ujar pembalap Tech3 itu kepada situs resmi MotoGP, mengungkapkan frustrasinya yang telah berulang. Ia menambahkan bahwa Morbidelli seringkali "tetap berada di jalur tanpa menoleh untuk melihat apakah ada pembalap di belakangnya." Bastianini pun menyuarakan harapannya, "Saya berharap melihat Franco yang berbeda di masa depan, karena seperti ini, berbahaya."
Morbidelli sendiri menerima keputusan tersebut dengan singkat. "Saya menghalangi Bestia dan saya dihukum," katanya, mengakui kesalahannya tanpa banyak pembelaan. Insiden ini, meskipun merupakan pelanggaran berkendara lambat pertama Morbidelli di musim 2026, menambah panjang daftar catatan buruknya di lintasan. Ini bukan kali pertama pembalap Italia itu berhadapan dengan Stewards terkait perilakunya saat balapan.
Pada musim sebelumnya, tahun 2025, Morbidelli terlibat dalam serangkaian insiden tabrakan yang memaksa FIM Stewards untuk mengambil tindakan lebih tegas. Kala itu, Morbidelli telah diperingatkan bahwa insiden lebih lanjut akan berujung pada hukuman yang lebih berat, termasuk kemungkinan start dari pitlane atau bahkan larangan balapan jika perilaku buruknya terus berlanjut. Ancaman sanksi tersebut dimulai sejak Grand Prix San Marino.
Meskipun terhalang oleh Morbidelli, Enea Bastianini berhasil mengamankan tempat langsung di Kualifikasi 2 (Q2) dengan finis di posisi kedelapan pada akhir sesi latihan. Ini menunjukkan kemampuannya untuk tetap fokus dan kompetitif meskipun menghadapi gangguan. Di sisi lain, Morbidelli nyaris tidak lolos langsung ke Q2, menempati posisi ke-11. Dengan penalti tiga posisi grid, ia akan menghadapi tantangan lebih berat di balapan utama.
Gaya balap Morbidelli yang kerap menimbulkan kontroversi juga telah menarik kritik dari pembalap lain selama bertahun-tahun, salah satunya yang paling vokal adalah Aleix Espargaro. Citra Morbidelli sebagai pembalap yang terkadang kurang memperhatikan keselamatan pembalap lain di lintasan semakin menguat dengan insiden terbaru ini. Hal ini menjadi beban tambahan bagi pembalap yang tengah berjuang untuk menjaga posisinya di kelas utama.
Masa depan Franco Morbidelli di MotoGP terlihat semakin tidak pasti menjelang jeda musim panas. Posisinya di tim VR46 Ducati disebut-sebut terancam oleh Nicolo Bulega, pembalap yang saat ini mendominasi World Superbike. Dengan performa yang tidak konsisten dan serangkaian insiden di lintasan, tekanan untuk Morbidelli semakin meningkat. Insiden di Assen ini kemungkinan besar akan menambah pertimbangan bagi tim dan sponsor terkait nasibnya di MotoGP.
Situasi ini menyoroti betapa krusialnya kesadaran dan etika balap di lintasan MotoGP, tidak hanya untuk performa individu tetapi juga untuk keselamatan kolektif. Dengan penalti yang dijatuhkan dan kritik yang terus berdatangan, Franco Morbidelli kini berada di persimpangan jalan, di mana ia harus menunjukkan perubahan signifikan untuk mengamankan tempatnya di ajang balap motor paling bergengsi di dunia.











