Monday, 7 September 2026
BREAKING
LIFESTYLE

IDAI Berikan Panduan Perlindungan Anak dari Abu Vulkanik Gunung Anak Krakatau

Oleh Muzairi M September 7, 2026 54 minutes lalu 0 komentar

Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) telah merilis serangkaian rekomendasi penting untuk melindungi anak-anak dari dampak paparan abu vulkanik. Langkah-langkah ini dikeluarkan menyusul erupsi Gunung Anak Krakatau yang berpotensi menimbulkan bahaya bagi kesehatan si Kecil.

Abu vulkanik dapat memicu berbagai masalah kesehatan, terutama pada saluran pernapasan anak yang masih rentan. IDAI menekankan pentingnya kesiapan orang tua dalam menghadapi situasi tersebut.

Salah satu rekomendasi utama adalah membatasi aktivitas luar ruangan anak saat terjadi erupsi dan taburan abu vulkanik. Jika terpaksa keluar rumah, anak disarankan untuk mengenakan masker yang sesuai, seperti masker N95 atau masker bedah, untuk menyaring partikel halus abu. Kacamata pelindung juga penting untuk mencegah iritasi mata.

Selain itu, menjaga kebersihan lingkungan rumah menjadi prioritas. Jendela dan pintu sebaiknya ditutup rapat untuk mencegah abu masuk ke dalam ruangan. Pembersihan rutin dengan lap basah atau penyedot debu sangat dianjurkan, hindari menyapu kering yang dapat menerbangkan abu kembali ke udara. Air minum dan makanan anak juga perlu dipastikan terlindungi dari kontaminasi abu.

IDAI juga mengingatkan orang tua untuk segera membersihkan area kulit dan rambut anak yang terpapar abu vulkanik. Mandi dan keramas dengan air bersih adalah cara efektif untuk menghilangkan sisa abu. Pakaian yang terkena abu sebaiknya dicuci terpisah.

Bagi anak-anak yang memiliki riwayat penyakit pernapasan seperti asma atau alergi, IDAI menyarankan agar lebih waspada. Jika muncul gejala seperti batuk, bersin, sesak napas, atau iritasi mata dan kulit yang berlanjut, segera konsultasikan dengan dokter anak. Penggunaan obat-obatan sesuai anjuran dokter harus tetap dilanjutkan.

Dalam pernyataannya, IDAI menegaskan bahwa perlindungan anak dari paparan abu vulkanik memerlukan tindakan pencegahan yang komprehensif dan kesadaran orang tua akan potensi risiko. Dengan mengikuti panduan ini, diharapkan anak-anak dapat diminimalisir dampaknya terhadap kesehatan mereka.

Bagikan: Facebook X WhatsApp