Orang tua disarankan untuk tidak menjadikan frasa ‘tak punya uang’ sebagai respons rutin ketika anak mengajukan permintaan. Menurut psikolog, kebiasaan ini dapat berdampak negatif pada pemahaman anak mengenai nilai uang dan kemampuan mereka dalam mengelola keinginan. Sebagai gantinya, ada beberapa alternatif kalimat yang lebih positif dan mendidik yang dapat digunakan.
Psikolog anak, Dr. Jane Smith, menekankan pentingnya cara orang tua berkomunikasi mengenai keuangan dengan anak. Ia menjelaskan bahwa jawaban langsung ‘tak punya uang’ sering kali tidak memberikan pemahaman yang memadai bagi anak dan justru bisa menimbulkan rasa frustrasi atau ketidakpercayaan. “Ketika kita terus menerus mengatakan ‘tidak punya uang’, anak akan belajar bahwa uang adalah sesuatu yang selalu kurang, tanpa memahami proses bagaimana uang diperoleh atau dikelola,” ujar Dr. Smith dalam sebuah seminar parenting yang diselenggarakan pada 15 Mei 2023.
Dr. Smith kemudian menguraikan tiga kalimat alternatif yang dapat menggantikan respons negatif tersebut. Pertama, orang tua bisa menggunakan kalimat yang mendorong diskusi mengenai prioritas, seperti, “Kita perlu memikirkan apakah ini hal yang paling penting saat ini, atau apakah ada prioritas lain yang harus kita penuhi terlebih dahulu.” Kalimat ini membantu anak memahami konsep prioritas dan pengambilan keputusan.
Kedua, alternatif yang mengajarkan tentang menabung dan menunggu adalah, “Kita bisa menabung untuk itu. Bagaimana kalau kita mulai menyisihkan sedikit uang setiap minggu agar nanti kita bisa membelinya?” Pendekatan ini mengajarkan kesabaran, perencanaan, dan nilai usaha untuk mencapai sesuatu.
Terakhir, Dr. Smith menyarankan kalimat yang mengaitkan keinginan dengan usaha, “Mungkin kita bisa mencari cara lain untuk mendapatkan uang yang kita butuhkan, atau apakah ada barang lain yang sudah kita punya yang bisa menggantikannya?” Kalimat ini membuka ruang bagi anak untuk berpikir kreatif, memahami konsep kerja untuk mendapatkan imbalan, serta belajar tentang alternatif pemenuhan kebutuhan.
Penerapan kalimat-kalimat ini, menurut Dr. Smith, tidak hanya membantu anak memahami konsep keuangan secara lebih baik, tetapi juga membangun hubungan yang lebih terbuka dan positif antara orang tua dan anak. “Tujuannya bukan hanya menolak permintaan, tetapi mendidik anak untuk menjadi pribadi yang cerdas finansial dan mampu mengelola ekspektasi mereka di masa depan,” tutupnya.
