Wednesday, 19 August 2026
BREAKING
DUNIA

Harvard Bayar Puluhan Juta Dolar Akibat Skandal Penjualan Bagian Tubuh dari Rumah Sakit

Oleh Rini Widiyarti August 19, 2026 2 hours lalu 0 komentar

Harvard Medical School mencapai kesepakatan untuk membayar ganti rugi sebesar 53 juta dolar AS kepada keluarga-keluarga yang merasa dirugikan atas penanganan jenazah sumbangan yang tidak semestinya. Skandal ini terungkap setelah seorang manajer kamar mayat di rumah sakit tersebut terbukti menjual bagian-bagian tubuh jenazah untuk keperluan pribadi.

Kesepakatan hukum ini mengakhiri tuntutan yang diajukan oleh keluarga-keluarga yang menyimpan kisah pilu terkait perlakuan terhadap jenazah orang terkasih mereka. Mereka menuduh pihak sekolah medis lalai dan melakukan kesalahan dalam mengelola sisa-sisa tubuh yang telah disumbangkan untuk keperluan medis dan ilmiah.

Pihak yang menuntut, yang diwakili oleh pengacara John F. O’Connell, menyatakan bahwa tindakan yang dilakukan oleh manajer kamar mayat tersebut telah menimbulkan luka emosional yang mendalam bagi para keluarga. “Banyak dari keluarga-keluarga ini tidak tahu apa yang terjadi pada orang yang mereka cintai dan mereka pikir itu adalah penguburan yang bermartabat,” ujar O’Connell dalam sebuah pernyataan yang dirilis pada Selasa (7/5/2024).

Manajer kamar mayat yang dimaksud, Cedric Belakoff, telah didakwa atas kejahatan federal terkait penjualan bagian-bagian tubuh jenazah. Ia diduga telah menjual bahan-bahan tersebut tanpa izin dan pengetahuan dari keluarga para donor. Skandal ini pertama kali mencuat pada Juni 2023, ketika FBI mengungkap praktik ilegal yang telah berlangsung selama bertahun-tahun.

Belakoff, yang juga dikenal sebagai “pembeli jenazah,” dilaporkan telah mencuri dan menjual kepala, otak, jantung, dan bagian tubuh lainnya dari jenazah yang seharusnya dijaga kerahasiaannya dan dihormati. Ia melakukan transaksi ini melalui situs e-commerce, termasuk Etsy, yang kemudian menjadi sorotan publik.

Pihak Harvard Medical School sendiri telah mengakui adanya kesalahan dalam pengawasan dan penanganan jenazah. “Harvard Medical School sangat menyesali insiden ini dan berkomitmen untuk memberikan keadilan bagi para korban dan keluarga mereka,” ujar juru bicara sekolah dalam sebuah pernyataan. Sekolah juga menegaskan akan melakukan evaluasi menyeluruh terhadap protokol keamanan dan etika dalam pengelolaan jenazah sumbangan.

Kasus ini telah menimbulkan keprihatinan luas mengenai etika dalam dunia medis dan perlunya pengawasan yang lebih ketat terhadap pengelolaan jenazah. Kesepakatan hukum ini diharapkan dapat memberikan sedikit kelegaan bagi keluarga yang terdampak dan menjadi pengingat penting bagi institusi medis lainnya untuk menjaga integritas dan kepercayaan publik.

Bagikan: Facebook X WhatsApp