Ikon feminis dan pemimpin gerakan pembebasan perempuan di Amerika Serikat, Gloria Steinem, meninggal dunia pada Rabu (28/2/2024) di usia 92 tahun. Kabar duka ini disampaikan langsung oleh yayasannya.
Steinem dikenal luas sebagai tokoh sentral dalam perjuangan hak-hak perempuan. Sepanjang hidupnya, ia mendedikasikan diri untuk memperjuangkan kesetaraan gender, yang telah menjadi warisan abadi bagi gerakan feminis global.
Perjalanan Steinem dalam memperjuangkan kesetaraan dimulai sejak lama. Ia tidak hanya aktif sebagai penulis dan aktivis, tetapi juga berperan penting dalam mendirikan berbagai organisasi yang berfokus pada pemberdayaan perempuan. Salah satu pencapaiannya yang paling signifikan adalah perannya dalam memimpin National Organization for Women (NOW) pada awal kemunculannya, yang menjadi motor penggerak utama dalam gerakan pembebasan perempuan di Amerika Serikat.
Melalui tulisan-tulisannya yang tajam dan pidato-pidatonya yang menggugah, Steinem berhasil menyuarakan aspirasi jutaan perempuan. Ia kerap membahas isu-isu krusial seperti hak reproduksi, kesenjangan upah, kekerasan terhadap perempuan, dan representasi perempuan dalam berbagai sektor kehidupan. Ia tidak pernah gentar untuk menantang norma-norma sosial yang membatasi perempuan dan terus mendorong terciptanya masyarakat yang lebih adil.
Salah satu kutipan terkenalnya yang masih relevan hingga kini adalah, “Hak memilih adalah hak yang paling mendasar. Tanpa itu, hak-hak lainnya tidak akan berarti apa-apa.” Pernyataan ini menegaskan betapa pentingnya partisipasi politik perempuan sebagai fondasi untuk mencapai kesetaraan yang sesungguhnya.
Sepanjang karirnya, Steinem menerima berbagai penghargaan dan pengakuan atas dedikasinya yang luar biasa. Ia menjadi simbol perlawanan dan inspirasi bagi banyak generasi. Warisan pemikirannya dan semangat juangnya akan terus hidup dan menginspirasi perjuangan untuk kesetaraan gender di masa mendatang.
