Friday, 28 August 2026
BREAKING
DUNIA

Gerhana Bulan ‘Blood Moon’ Terlihat di Langit Malam Sebagian Dunia

Oleh Rini Widiyarti August 28, 2026 50 minutes lalu 0 komentar

Fenomena langka gerhana bulan total, yang dijuluki ‘Blood Moon’ karena warnanya yang kemerahan, berhasil disaksikan oleh para pengamat bintang di berbagai belahan dunia. Peristiwa kosmik ini terjadi ketika Matahari, Bumi, dan Bulan sejajar sempurna di langit malam.

Di berbagai negara, antusiasme tinggi menyambut gerhana bulan total yang terjadi pada Senin (16/5) waktu setempat. Pengamat di Amerika Utara, Amerika Selatan, Eropa, dan Afrika memiliki kesempatan terbaik untuk menyaksikan secara langsung fase totalitas gerhana, di mana Bulan sepenuhnya tertutup bayangan Bumi.

Selama fase totalitas, Bulan tidak menghilang sepenuhnya dari pandangan, melainkan berubah warna menjadi kemerahan atau oranye gelap. Fenomena ini disebabkan oleh hamburan cahaya Matahari oleh atmosfer Bumi. Sebagian cahaya Matahari yang melewati atmosfer Bumi dibelokkan dan mencapai Bulan, memberikan warna khas tersebut.

Di Amerika Serikat, ribuan orang berkumpul di berbagai lokasi observasi untuk menyaksikan keindahan gerhana bulan. Salah satu pengamat, Sarah Jenkins dari California, mengungkapkan kekagumannya. “Ini adalah pemandangan yang luar biasa. Warnanya sungguh menakjubkan, seperti ada aura mistis di langit,” ujarnya kepada Associated Press.

Di Eropa, gerhana bulan ini juga menjadi tontonan menarik. Observatorium di Prancis dan Jerman melaporkan peningkatan jumlah pengunjung yang ingin menyaksikan fenomena alam ini. “Kami telah mempersiapkan teleskop khusus untuk gerhana ini, dan antusiasme masyarakat sangat tinggi,” kata Dr. Jean Dubois dari Observatorium Paris.

Meskipun tidak semua wilayah di dunia dapat menyaksikan gerhana bulan total ini, termasuk sebagian besar Asia dan Oseania, kemunculannya tetap menjadi sorotan ilmiah dan publik. Para astronom memanfaatkan momen ini untuk melakukan penelitian lebih lanjut mengenai atmosfer Bumi dan interaksinya dengan cahaya Matahari.

Gerhana bulan total berikutnya yang serupa diperkirakan akan terjadi pada tahun 2025, menjadikan peristiwa ‘Blood Moon’ kali ini sebagai pengalaman berharga bagi para pecinta astronomi di seluruh dunia.

Bagikan: Facebook X WhatsApp